Perjanjian Bongaya
Inilah Isi Perjanjian Bongaya yang Membuat Kesultanan Gowa Runtuh
Pada jaman penjajahan Belanda di abad ke-16, Kesultanan Gowa dan VOC menyepakati sebuah perjanjian yang dikenal dengan nama Perjanjian Bongaya.
Akhirnya, Kesultanan Gowa harus menghadapi dua kekuatan tersebut sekitar tahun 1660.
VOC di bawah JC Speelman sendiri membawa sekitar 1900 prajurit dan 21 armada kapal perang. Ditambah pasukan dari Bone dibawah pimpinan Arung Palaka.
Pertempuran berlangsung sengit selama 4 bulan hingga pasukan Kesultanan Gowa tidak sanggup lagi melawan mereka.
Ditandatanganilah Perjanjian Bongaya yang disebut sebagai perjanjian damai.
Padahal, isi Perjanjian Bongaya banyak merugikan Kesultanan Gowa, dan sebaliknya banyak menguntungkan VOC.
Adapun isi Perjanjian Bongaya yaitu sebagai berikut:
Makassar harus mengakui monopoli VOC
Wilayah Makassar dipersempit hingga tinggal Gowa saja
Makassar harus membayar ganti rugi atas peperangan
Hasanuddin harus mengakui Aru Palakka sebagai Raja Bone
Gowa tertutup bagi orang asing selain VOC
Benteng-benteng yang ada harus dihancurkan kecuali Benteng Rotterdam
Merasa dirugikan, Sultan Hasanuddin pun mengadakan perlawanan lagi.
Namun, itu justru semakin mendekatkan Kesultanan Gowa pada keruntuhan.
VOC meminta bantuan tentara ke Batavia untuk menghadapi perlawanan Sultan Hassanudin dan pertempuran kembali pecah di berbagai tempat.