Breaking News:

Perjanjian Bongaya

Inilah Isi Perjanjian Bongaya yang Membuat Kesultanan Gowa Runtuh

Pada jaman penjajahan Belanda di abad ke-16, Kesultanan Gowa dan VOC menyepakati sebuah perjanjian yang dikenal dengan nama Perjanjian Bongaya.

Editor: Muh. Irham
Instagram
Benteng Somba Opu, salah satu saksi pertempuran sengit antara Kerajaan Gowa melawan VOC yang dibantu Kerajaan Bone 

TRIBUNTIMUR.COM - Pada jaman penjajahan Belanda di abad ke-16, Kesultanan Gowa dan VOC menyepakati sebuah perjanjian yang dikenal dengan nama Perjanjian Bongaya.

Perjanjian ini sekaligus mengakhiri pertempuran antara dua kekuatan tersebut, di mana VOC juga dibantu oleh Kerajaan Sulawesi lain, yaitu Kesultanan Bone pimpinan Arung Palakka.

Seperti diketahui, VOC merupakan kongsi dagang Belanda yang memiliki monopoli perdagangan di kawasan Asia, termasuk wilayah Indonesia yang saat itu dikenal sebagai Nusantara.

Kekuatan Kesultanan Gowa terutama pada abad ke-16 di bawah pemerintahan Sultan Hasanuddin (1653-1669) membuat VOC merasa terancam.

Kesultanan Gowa memiliki kekuatan militer yang patut diperhitungkan.

Selain itu, Kesultanan Gowa juga memiliki kekuatan ekonomi perdagangan yang sangat kuat, di mana ia memiliki pelabuhan perdagangan internasional yang berada di Somba Opu (pesisir Sulawesi Selatan).

Kerajaan Gowa menjadi pusat perekonomian para pedagang baik domestik, maupun pedagang asing.

Sementara dengan aktivitas perdagangan yang bertumpu pada monopoli rempah-rempah, VOC memiliki kepentingan untuk mempertahankan posisi istimewa tersebu, sehingga ini menimbulkan konflik kepentingan.

Rivalitas antara Gowa-Tallo dan VOC semakin meruncing dan perang tak lagi bisa terelakkan.

Dengan dukungan kekuatan yang dimilikinya, Kesultanan Gowa menjadi salah satu kerajaan di Nusantara yang berani melawan VOC.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved