18 Rumah Rusak Diterjang Angin Kencang di Sinjai, BMKG Makassar Minta Warga Tetap Waspada
Selain Sinjai, ia mengatakan jika ada beberapa daerah juga memasuki punjak musim hujan. Seperti Bone, Bulukumba, Sengkang, dan Selayar.
Penulis: Andi Muhammad Ikhsan WR | Editor: Abdul Azis Alimuddin
TRIBUN-TIMUR.COM, SINJAI - Sebanyak 16 rumah dan satu masjid di BTN Graha Bongki, Kecamatan Sinjai Utara, Sinjai rusak akibat cuaca ekstrem.
Peristiwa itu terjadi pada Sabtu akhir pekan lalu.
“Ada 16 rumah warga dan satu masjid rusak setelah diterjang angin kencang akhir pekan kemarin,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sinjai Budiaman, Senin (14/6/2021).
Cuaca ekstrem berupa hujan lebat disertai angin kencang melanda Sinjai Utara sejak akhir pekan lalu hingga dini hari kemarin.
Rumah warga yang rusak itu umumnya mengalami kerusakan pada bagian atap dan rangka rumah.
Selain angin kencang melanda rumah warga di BTN Graha Bongki, juga angin kencang merusak satu rumah warga di Lempakomai, Kelurahan Lamatti Rilau, Kecmatan Sinjai Utara.
Sehingga total rumah yang rusak sebanyak 18 unit.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu.
Baca juga: Posistif Corona atau Covid-19 di Maros Sisa 3 Pasien, Parepare 1 Orang
Hanya saja kerugian ditaksir puluhan juta rupiah. BPBD Sinjai saat ini memberikan bantuan kepada para korban berupa tenda untuk menutupi atap yang mengalami kerusakan.
“Kita meminta masyarakat untuk waspada terhadap angin kencang dan tanah longsor di waktu puncak cuaca ekstrem hujan di Sinjai,” Budiaman menambahkan.
Menurutnya, seluruh wilayah daratan dan kepulauan di Sinjai tidak ada yang aman dari dampak bencana, baik hujan lebat, tanah longsor, banjir, dan angin kencang.
Budiaman mengatakan sejak 2021 ini sudah ada puluhan rumah yang mengalami kerusakan atas dampak bencana alam, seperti banjir, tanah longsor, angin kencang dan pohon tumbang.
Selain itu, satu orang meninggal akibat tertimpa pohon tumbang.
Baca juga: Luwu Timur Zona Kuning Covid-19, Kasus Positif Corona Virus di Enrekang Meningkat Lagi
Terpisah, Prakirawan BMKG Wilayah IV Makassar Rizky Yudha mengatakan wilayah timur Sulsel telah memasuki puncak musim hujan sejak Mei lalu.
Hal ini diikuti cuaca buruk terjadi di beberapa wilayah. Seperti cuaca ekstrem yang terjadi di Sinjai, mengakibatkan longsor dan angin kencang.