Perayaan Waisak
Trisuci Waisak Jaga Kebhinekaan, Semoga Semua Makluk Berbahagia
Tiga peristiwa agung itu menjadi objek penghormatan bagi umat Buddha dalam Pujabakti Waisak. Semoga semua makluk berbahagia
Trisuci Waisak Jaga Kebhinekaan
Oleh: Hasdy SSi MSi
Wakil Ketua DPD Persatuan Umat Buddha Indonesia (Permabudhi)
Sulsel
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Hari Raya Internasional Trisuci Waisak memperingati tiga peristiwa agung yang terjadi pada bulan Waisak, yaitu peristiwa kelahiran Bodhisatta Siddhattha yang kelak menjadi Buddha Gotama, saat pencapaian Penerangan Sempurna Kebuddhaan, dan saat mangkat Buddha Gotama.
Tiga peristiwa agung itu menjadi objek penghormatan bagi umat Buddha dalam Pujabakti Waisak.
Tahun ini tepat pada tanggal 26 Mei 2021 kita memperingati Trisuci Waisak 2565 BE.
Umat Buddha melakukan Pujabakti Waisak di candi, vihara, cetiya ataupun rumah dimana mereka berada.
Indonesia merupakan negara kesatuan yang terdiri dari ribuan pulau yang terbentang dari Sabang sampai Merauke, dari Talaud sampai pulau Rote.
Dari berbagai suku bangsa, yang memeluk agama yang berbeda, dengan budaya yang berbeda menjadikan bangsa Indonesia sebagai bangsa yang multikultur, berbagai macam suku bangsa, agama dan budaya.
Itu semua merupakan anugerah dari Tuhan Yang Maha Esa.
Masyarakat Indonesia sangat majemuk dengan keanekaragaman agama, budaya, dan bahasa.
Jika tidak dikelola dengan baik, bisa berpotensi menjadi sumber konflik.
Karenanya perlu dasar yang bisa mengikat semua anggota kelompok sosial yang berbeda-beda.
Dasar negara Pancasila adalah pilihan yang tepat dari para pendiri bangsa untuk Negara Kesatuan Republik Indonesia, dengan lambang Burung Garuda dan Bhineka Tunggal Ika.
Menjaga Kebhinekaan
Salah satu tantangan terbesar bangsa Indonesia (dan juga negara-negara lain di dunia) saat ini sebetulnya adalah bagaimana penduduk negeri ini bisa merawat kebhinnekaan yang kini sudah mulai luntur dan terkoyak.
Kebhinekaan harus dimaknai melalui pemahaman multikulturalisme dengan berlandaskan pada kekuatan spiritualitas.
Memahami kebhinekaan dalam kebersamaan adalah sikap awal menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia. Gagal dalam memahami kebhinekaan akan melahirkan diskriminasi, sektearianisme, radikalisme, terorisme dan perpecahan di dalam NKRI.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/hasdy-ssi-msi_.jpg)