Breaking News:

Perayaan Waisak

Trisuci Waisak Jaga Kebhinekaan, Semoga Semua Makluk Berbahagia

Tiga peristiwa agung itu menjadi objek penghormatan bagi umat Buddha dalam Pujabakti Waisak. Semoga semua makluk berbahagia

Editor: AS Kambie
Trisuci Waisak Jaga Kebhinekaan, Semoga Semua Makluk Berbahagia
DOK
Hasdy SSi MSi, Wakil Ketua DPD Persatuan Umat Buddha Indonesia (Permabudhi) Sulsel

Tema tersebut seiring dengan kondisi yang sedang dihadapi saat ini, sehingga penting untuk meningkatkan kesadaran dalam diri sendiri, kemudian meluas menjadi kesadaran bersama.

Permabudhi terdiri dari 3 unsur Sangha dan 9 Majelis. Yakni Sangha Agung Indonesia (SAGIN), Sangha Theravada Indonesia (STI), dan Sangha Mahayana Indonesia (SMI).

Adapun 9 Majelis adalah Majelis Buddhayana Indonesia (MBI), Majelis Pandita Buddha Maitreya Indonesia (MAPANBUMI), Majelis Nichiren Shoshu Buddha Dharma Indonesia (MNSBDI), Majelis Mahayana Indonesia (MAHASI), Majelis Agama Buddha Theravada Indonesia (MAGABUDHI), TRIDHARMA, Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia, Generasi Muda Buddhis Indonesia (GEMABUDHI), dan Parisadha Buddha Dharma Nichiren Shoshu Indonesia (PBDNSI).

Pandemi Covid-19 menjadi permasalahan baru dewasa ini, yang menimbulkan dampak pada terganggungnya beberapa sektor kehidupan, seperti kodisi ekonomi, sosial, dan budaya. Meskipun demikian, hendaknya masyarakat Indonesia tetap memiliki sikap realistis dan semangat untuk membangun kembali keluhuran dan kemajuan bangsa.

            Memiliki cinta kasih berupa tindakan saling membantu satu sama lain dapat mengikis sikap individualis, yang akhirnya dapat membangun kebersamaan saling bantu-membantu dalam menghadapi permasalahan bangsa. Umat Buddha dan masyarakat untuk bersama berbagi cinta kasih dengan cara menaati protokol kesehatan dan mengikuti vaksinasi agar pandemi Covid-19 segera berakhir, sehingga kondisi perekonomian dan sosial dapat berangsur pulih.

Membangun Keluhuran Bangsa

            Bangsa yang luhur tercemmin pada perilaku masyarakat yang memiliki budi pekerti luhur. Bangsa Indonesia sejak dahulu kala dikenal akan keramah-tamahannya sebagai bangsa yang menjunjung tinggi keluhuran. Keluhuran bangsa Indonesia telah ada sejak dahulu, terbukti pada keagungan Candi Borobudur yang dibangun sekitar abad ke-8 M dan menjadi saksi sejarah keluhuran bangsa Indonesia di masa itu.

            Nasihat-nasihat luhur, seperti ajaran cinta kasih dan kasih sayang, dapat dilihat di relief-relief candi. Namun sayangnya dewasa ini, keluhuran bangsa tercoreng dengan semakin menurunnya kepedulian, keramahan, sikap hormat, serta gotong-royong yang menjadi ciri masyarakat luhur. Hal ini ditandai dengan semakin bertambahnya angka kejahatan, ujaran kebencian, permusuhan, dan intoleransi yang menyebabkan lemahnya persatuan dan kesatuan bangsa.

            Permasalahan bangsa juga diperumit dengan adanya krisis kepercayaan dan kurangnya rasa hormat kepada pemerintah. Kerap kali hal itu memicu tindakan provokasi yang berdampak pada keresahan dan kegaduhan di tengah-tengah masyarakat.

            Peringatan Trisuci Waisak mengingatkan kembali pada kemuliaan Guru Agung Buddha dan pesan-pesan luhurNya. Dalam Mahāparinibbana Sutta, Beliau menyampaikan pesan terakhirNya “Vayadhammā sankhārā, appamādena sampādethā ti” yang diterjemahkan sebagai “Segala sesuatu yang muncul dari perpaduan faktor pembentuk, sewajarnya mengalami kehancuran. Sempurnakanlah tugas kalian dengan tanpa lengah.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved