Kebakaran di Jalan Sitti Mollah
Curhat Korban Kebakaran Karuwisi, Emas 10 Gram hingga Sertifikat Tanah Hangus Terbakar
Satu di antara korban kebakaran, Berta (50) yang merupakan istri dari Enal Batokende mengatakan, ia kehilangan seluruh barang berharga miliknya
Penulis: Muslimin Emba | Editor: Saldy Irawan
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Kerugian akibat kebakaran di Jl Sitti Mollah, Kelurahan Karawisi, Kecamatan Panakkukang, Makassar belum dapat ditaksir.
Meski begitu, barang berharga pemilik rumah tak sempat ia selamatkan akibat api yang cepat membesar.
Satu di antara korban kebakaran, Berta (50) yang merupakan istri dari Enal Batokende mengatakan, ia kehilangan seluruh barang berharga miliknya.
Mulai dari sejumlah dokumen penting, emas hingga alat elektronik.
"Tidak ada yang bisa diselamatkan, hanya baju di badan. Karena api cepat besar jadi kita panik lari keluar," kata Berta ke tribun.
"Surat rumah, sertifikat, ATM sama emas 10 gram hangus semua. Begitu juga tiga handphone sama alat elektronik di rumah juga hangus," sambungnya.
Begitu juga dengan barang berharga keluarganya yang datang dari Ternate.
"Emasnya adekku juga ada sama handphonenya, karena kebetulan dia datang dari Ternate," ungkap Berta.
Kebakaran itu mengakibatkan enam kepala keluarga (KK) mengungsi.
Enam kepala keluarga itu merupakan penghuni dua rumah yang hangus terbakar milik Enal Batokende dan Hasan Dg Acca.
Di rumah Enal Batokende, dihuni dua kepala keluarga dengan jumlah enam orang.
Sementara di rumah ACCA dihuni empat kepala keluarga dengan jumlah 13 orang. Enam diantaranya balita.
"Yang rumahnya hangus saja yang mengungsi di tenda pengungsian, totalnya itu 19 jiwa dengan jumlah enam KK. Sementara yang terdampak, masih tetap di rumah masing-masing," kata Ketua RW 07 Kelurahan Karawisi, Zaenal.
Tenda pengungsian itu, kata Zaenal dibangun tidak jauh dari lokasi kebakaran.
Untuk kebutuhan makan para pengungsi lanjut dia masih bergantu pada sumbangan donasi warga sekitar.