Breaking News:

Refleksi Ramadan 1442

Siapa yang Berhak Idul Fitri?

harus dikatakan bahwa setiap orang harus berterima kasih kepada Tuhan Yang Maha Esa atas puasa yang telah kita lakukan selama bulan Ramadan.

Editor: AS Kambie
dok.tribun
Supratman Supa Atha'na, Dosen Sastra Asia Barat Fakultas Ilmu Budaya Unhas 

Jadi Idul Fitri berarti kembali kepada kemenangan dan kebahagian sempurna disebut 'Idul Fitri' lantaran ketaatan di bulan suci Ramadan untuk menjalankan ibadah wajib puasa selama sebulan yang mengembalikan manusia pada jiwa yang penuh dengan kemurnian sebagaimana pada awal mula lahirnya di muka bumi.

Dasar kodrat manusia adalah tauhid dan teisme.

Kemusyrikan dan politeisme hanya masalah sementara yang tertutup ketika dalam kondisi tidak stabil dan kehilangan harapan.

Suatu saat nanti, suka atau tidak suka, manusia pasti akan kembali ke keyakinan tauhid.

Bagaimana pun juga, manusia pasti punya keinginan untuk kembali ke kodrat aslinya yang murni dan suci.

Suatu saat rindu untuk menyucikan tubuh dan jiwanya dari keburukan moral, dan hal-hal yang mengganggu kebahagiaannya.

Ketika ingin menyingkirkan kotoran dan pencemaran dari salah dan dosa, dan rindu ingin menyucikan diri maka kita harus melalui berbagai saringan yang meliputi berbagai ibadah, salah satunya dengan berpuasa selama sebulan di Ramadan.

Cara tersebut dapat menghilangkan najis, dosa, salah, khilaf dan kenaifan seseorang dan mengembalikannya ke kodrat aslinya; suci laksana kemurnian seorang bayi .

Dalam kondisi demikian seseorang dapat dengan tenang mendengarkan perkataan Tuhan yang menyenangkan;,' Kembalilah kepada Tuhan kamu dengan hati yang ridha dan diridhai-Nya.'

Idul Fitri adalah hari kebangkitan dan kesadaran manusia. Hari kembali ke fitrah dan fokus pada Tuhan juga hari kiamat.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved