Breaking News:

Lebaran 2021

KHUTBAH IDUL FITRI 1442 H: Refleksi Puasa Ramadhan dalam Menghadapi Ujian Hidup

Bulan ramadan bulan yang sangat produktif. produktifitasnya ditandai dengan peningkatan pahala sebagaimana dikatakan oleh Nabi SAW

Editor: Waode Nurmin
istimewa
Kepala Kantor Kementerian Agama Kab. Barru Dr. H. Jamaruddin, M.Ag 

Di pagi ini, Dialah yang membawa kita ke tanah
lapang ini, untuk bersimpuh di hadapan kebesaran-Nya,
Memuji Keagungan-Nya dan Mensyukuri seluruh ni’mat-
Nya. Mari kita sejenak melihat ke kiri, dan ke kanan kita.
Kita periksa orang-orang yang kita cintai, ayah, bunda,
saudara, karib, tetangga, sahabat, handai taolan. Adakah
di antara mereka yang tidak dapat bergabung bersama di
tempat ini? Adakah di antara mereka yang sudah meninggalkan kita? Karena telah kembali Menuju Rahmat Allah, Kepada Yang Maha Suci.

Alangkah bahagianya orang-orang yang hari ini hadir lengkap.

Ada Ibu, ada ayah, ada anak-anak dan cucu,
karena tidak sedikit orang tua saat ini yang tidak sempat
lagi menyaksikan canda dan tawa anak-anaknya, Betapa
banyak anak-anak tak dapat lagi merasakan kasih sayang
dan perlindungan dari orang tua, Ada Suami, yang tidak
dapat lagi merasakan kasih sayang seorang isteri tercinta,
begitupun ada isteri yang tidak lagi merasakan kemesraan
suaminya, karena telah mendahului dipanggil Oleh Allah
SWT. Wahai Ibu dan ayah Kami, Engkaulah yang
melahirkan kami ke bumi ini, Engkau memelihara,
memberi nama, mendidik, akhirnya menjadi dikenal
dengan berbagai sebutan, pangkat, gelar, penghargaan di
tengah-tengah masyarakat.

Ya Allah, mereka telah kembali kepada-Mu, mereka
telah mudik kampung yang abadi, terimalah mereka di
Sisi-Mu “Radhiyatan Mardhiyyah” Engkau senang
menyambut mereka dan mereka senang berjumpa dengan-
Mu, Curahkan kasih Sayang-Mu kepada Ayah dan Bunda
Kami, Saudara Kami, sahabat Kami, Kumpulkan mereka
dengan orang-orang yang Engkau anugerahakan
Kenikmatan kepada mereka para Nabi, Shiddiqin,
Syuhada’ dan Shalihin.

Ya Allah, Pagi ini mereka tidak dapat berlebaran bersama kami, kami tidak bisa ulurkan tangan kami untuk meminta maaf, tidak bisa kami ajak mereka untuk berbagi bahagia bersama kami, Tetapi Kami mohon Ya Allah Masukkanlah rasa bahagia kepada semua ahli kubur, harumkanlah kuburan mereka dengan wewangian doa-doa kami.

“Salam bagi kalian, kalian mendahului kami dan Insya
Allah Kami akan segera menyusul kalian.”

Di pagi hari ini pula, kami sampaikan salam
perpisahan kepada Ramadhan dengan iringan air mata.

Ya Allah, bulan ramadhan telah hadir di tengah-tengah
kami dengan kehadiran yang terpuji, menemani kami
dengan persahabatan sejati, telah menguntungkan kami
dengan keuntungan yang terbaik di seluruh alam, tiba-tiba
ia meninggalkan, pada akhir waktunya, pada ujung
jangkanya, pada kesempurnaan bilangannya. Ya Allah
bersamaan dengan berlepasnya bulan ini, keluarkan kami
dari segala kekeliruan dan kealpaan kami.

Subhanallah walhamdulillah wa lailaha illallah
wallahu akbar.

Kami-bersama-sama merebahkan tubuh kami, kami ratakan dengan dahi, tersungkur di hadapan Tuhan Yang Maha Luhur, Inilah hamba-Mu yang hina terhempas di hadapan-Mu, Inilah ubun-ubun kami ada di tangan-Mu, Punggung-punggung kami melengkung karena memikul beratnya dosa-dosa, Bibir kelu karena tidak sanggup mensyukuri besarnya anugerah-Mu. Di tanah lapang ini, kita semua mengakui dosa-dosa kita dan memohon perlindungan Allah Yang Maha kuasa.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved