Breaking News:

Lebaran 2021

KHUTBAH IDUL FITRI 1442 H: Refleksi Puasa Ramadhan dalam Menghadapi Ujian Hidup

Bulan ramadan bulan yang sangat produktif. produktifitasnya ditandai dengan peningkatan pahala sebagaimana dikatakan oleh Nabi SAW

Editor: Waode Nurmin
istimewa
Kepala Kantor Kementerian Agama Kab. Barru Dr. H. Jamaruddin, M.Ag 

Bapak/Ibu Hadirin Jama’ah Id Rahimakumullah

Di dalam Al-quran Allah Swt menjelskan bahwa
semua manusia tidak terkecuali orang beriman pasti akan
diuji.

Artinya:

Tiap-tiap yang berjiwa pasti akan merasakan kematian, kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan.” (QS. Al-Anbiya: 35)

Pertama, ujian yang bernama keburukan, yaitu kemudharatan dunia dan segala sesuatu yang tidak menyenangkan. Seperti, penyakit, kemiskinan, kesulitan hidup, bencana alam, dan lain sebagainya.

Kedua, ujian yang bernama kebaikan, yaitu segala kenikmatan dunia, seperti kelapangan rizki dan
kemapanan ekonomi, kesehatan, kebahagiaan, kesuksesan, jabatan dan kekuasaan, dan lain-lain.

Juga dengan sangat adil bijaksana Allah Swt, menggambarkan dengan sangat jelas, eksplisit, Dua
macam ujian lengkap dengan dua tokoh, pelaku sejarah, yang keduanya diuji dan ternyata keduanya berhasil lolos dalam gelombang, arus lautan samudra ujian Allah Swt.

Pertama, Ujin dengan berbagai macam fasilitas yang mengenakkan dan tokohnya diwakili oleh Nabi Sulaiman as. Nabi Sulaiman adalah salah seorang putera Nabi Daud. Dia diberikan fasilitas Kecerdasan inteletual, emosional, Kekayaan, mampu berkominikasi dengan hewan dan jin. Sejak ia masih kanak-kanak berusia sebelas tahun, ia sudah menampakkan tanda-tanda kecerdasan, ketajaman otak, kepandaian berfikir serta ketelitian di dalam mempertimbangkan dan mengambil sesuatu keputusan

Nabi Sulaiman yang telah berkuasa penuh atas kerajaan Bani Isra’il yang makin meluas dan melebar, Allah telah menundukkan baginya makhluk-makhluk lain, Yaitu Jin angin dan burung-burung yang kesemuanya berada di bawah perintahnya melakukan apa yang dikehendakinya dan melaksanakan segala komandonya. Di samping itu Allah memberinya pula suatu kurnia berupa mengalirnya cairan tembaga dari bawah tanah untuk dimanfaatkannya yang dikerjakan oleh pasukan Jin-Nya.

Pada suatu hari Nabi Sulaeman diuji oleh Allah Swt, lupa melaksanakan shalat, bahkan dia sedang asyik- asyiknya menonton kuda-kuda piaraannya, QS. Shad (38) : 34.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved