Breaking News:

Idulfitri 1442 H

Kemenag Polman Bolehkah Salat Idulfitri di Masjid, Khatib Diminta Perpendek Baca Khutbah

Pemkab Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar)  memperbolehkan pelaksanaan salat Idulfitri 1442 Hijriah di Masjid.

Pemkab Polman
Kepala Kemenag Polman (kanan) saat rapat bersama dengan pihak Kepolisian 

TRIBUN-TIMUR.COM, POLMAN - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar)  memperbolehkan pelaksanaan salat Idulfitri 1442 Hijriah di Masjid.

Selama pelaksanaan salat Idulfitri tersebut  dilakukan dengan mematuhi  protokol kesehatan Covid 19 sesuai dengan anjuran pemerintah.

Keputusan itu diambil dari hasil pertemuan Pemerintah Kabupaten Polman dengan Panitia Hari Besar Islam (PBHI) beberapa waktu lalu.

"Kita sepakat dengan PBHI Polman dan Pemda dan instansi terkait bahwa pelaksanaan salat Id tahun ini di Masjid dengan tetap mengacu protokol kesehatan, " kata Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Polman, Muliadi Rasyid.

Protokol kesehatan dengan memakai masker, jaga jarak, dan cuci tangan dengan menggunakan hand sanitizer yang disediakan oleh pengurus Masjid.

Pengurus Masjid diminta menerapkan pembatasan jarak dengan memberikan tanda khusus minimal 1 meter.

Serta membatasi jumlah jemaah paling banyak 50 persen dari kapasitas ruangan yang ada.

Muliadi menganjurkan agar mempersingkat waktu pelaksanaan salat Idulfitri  tanpa mengurangi ketentuan kesempurnaan beribadah.

"Kita upayakan sesingkat mungkin. Khatibnya (baca khutbah) itu ya maksimal 20 menit dan imamnya kita anjurkan baca ayat ayat surah pendek," ujarnya.

Terkait kebijakan tentang tatacara pelaksanaan salat Idulfitri di masa pandemi, Muliadi mengaku sudah menyebar surat edaran kepada pihak masing masing wilayah.

Oleh karena itu, ia mengimbau kepada Kepala Kantor Urusan Agama, penyuluh agar mengingatkan pengurus Masjid atau Mushala menjaga prokes.

Untuk mengantisipasi jamaah yang membludak, pengurus Masjid bisa memanfaatkan sayap pada bagian kiri dan kanan serta belakang.

"Ketika masjidnya sudah terpenuhi 50 persen, pengurus diminta memanfaatkan bagian saya Masjid, " paparnya.

Hal itu sebagai upaya mencegah penyebaran virus Corona di tengah masyarakat.

Prokes salah satu cara paling efektif untuk menekan penyebaran virus corona. (*)

Penulis: Hasan Basri
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved