Curhat PO Bus Liman Gegara Kebijakan Larangan Mudik, THR Karyawan Terancam hingga Usul Revisi Aturan

Terkait dengan kebijakan hal tersebut, Perusahaan Otobus (PO) Liman mengeluhkan adanya kebijakan larangan mudik 2021.

Penulis: Muslimin Emba | Editor: Saldy Irawan
TRIBUN TIMUR/SANOVRA JR
Sejumlah penumpang menunggu bus untuk berangkat menuju kota tujuan masing-masing di perwakilan Bus Liman Jl Urip Sumoharjo, Makassar Senin (12/8/2013). 

TRIBUN-TIMUR.COM,MAKASSAR - Pemerintah memberlakukan larangan mudik lebaran tahun 2021.

Hal ini disampaikan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam vicon Rabu (21/4) belum lama ini.

Terkait dengan kebijakan hal tersebut, Perusahaan Otobus (PO) Liman mengeluhkan adanya kebijakan larangan mudik 2021.

Pasalnya, kebijakan itu dianggap merugikan perusahaan.

Public Relation Liman, Herman Nurmanti, mengatakan hanya di momen hari raya khususnya mudik lebaran, Liman dan PO lainnya bisa panen penumpang.

"Kami sebenarnya sangat merugi dalam kebijakan ini. Karena boleh dikata momen ini hanya sekali setahun. Disaat kami bisa mendapatkan keuntungan, tapi ini tidak kami dapatkan," kata Herman, Kamis (29/4).

Menurutnya kebijakan larangan mudik itu tidak semestinya diberlakukan menyeluruh.

Karena selama masa pandemi Covid-19 ini, PO juga patuh dengan aturan pemerintah, yakni menerapkan protokol kesehatan.

"Selama pandemi ini, kita juga wajibkan penumpang itu cek suhu tubuh, ada surat rapid karena kan diperiksa saat lewati kabupaten khususnya masuk Palu, sangat ketat," ujarnya.

"Begitu juga dengan penumpang, yang biasanya muat 30 orang, jadi 15 orang karena kan kita berlakukan yang jaga jarak itu," sambungnya.

Ia pun berharap pemerintah dapat mengkaji ulang kebijakan larangan mudik yang mulai berlaku 7-16 Mei 2021 itu.

"Ya, kalau bisa ada kebijakanlah. Misalnya tetap layani pemudik dengan protokol kesehatan yang ketat. Kami bersedia untuk itu," harapnya.

Selain merugikan perusahaan, kebijakan larangan mudik itu, kata Herman juga berdampak pada karyawan.

"Kita karyawan perusahaan tentu berharap juga ada THR seperti tahun- tahun sebelumnya. Kalau ada kebijakan larangan mudik, ya mau bagaimana," keluh Herman.

Meski demikian, jika kebijakan itu tetap diberlakukan, pihaknya akan tetap patuh pada aturan pemerintah.

"Kita tidak bisa menolak, kita hanya bisa berharap ada kebijakan, bagaimana bus ini tepat bisa beroperasi," imbuhnya.

Ia menambahkan dengan larangan mudik belasan bus Liman terancam tidak beroperasi.

Armada bus Liman, selama ini melayani penumpang rute Makassar-Palu. Tarifnya Rp 280 ribu per orang.(*)

Sumber: Tribun Timur
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved