Tribun Bulukumba
Mudik Lebaran Dilarang, KMP Takabonerate Rute Bulukumba-Selayar Justru Diresmikan
Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan RI meluncurkan Kapal Penyeberangan Penumpang (KMP) Takabonerate.
Penulis: Firki Arisandi | Editor: Sudirman
TRIBUNBULUKUMBA.COM, UJUNG BULU - Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan RI meluncurkan Kapal Penyeberangan Penumpang (KMP) Takabonerate.
Kapal penumpang Ferry RO-RO 500 GT yang dibuat oleh PT Industri Kapal Indonesia diresmikan oleh Plt Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman.
Rencananya, KMP Takabonerate akan dioperasikan oleh PT ASDP untuk melayani penyeberangan rute Pelabuhan Bira Bulukumna ke Pamatata Selayar.
Direktur Utama PT Industri Kapal Indonesia (IKI), Diana Rosa menyampaikan, KMP Takabonerate ini sempat terkendala.
Pasalnya, ABK yang akan mengoperasikan kapal penumpang ini belum lengkap.
"Jadi kita bereskan sertifikasi kapalnya, kita kembalikan (PT IKI) untuk keamanan. Kita jaga aset negara ini agar tidak ada kerusakan. Alhamdulillah kemarin ABK KMP Takabonerate sudah lengkap, siap dioperasikan dan akan berlayar di Selayar," katanya, Jumat (23/4/2021).
Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, menyampaikan terima kasih atas dukungan Ditjen Perhubungan Darat dengan menghadirkan KMP Takabonerate.
Menurutnya, ini salah satu bentuk dukungan menuju Makassar sebagai hub Indonesia bagian Timur.
"Alhamdulillah dengan KMP Takabonerate ini, kami tentu senang sekali. Insya Allah kepulauan diperkuat untuk kemaritiman. Kita optimalkan sekitar dua ribu bentangan pantai," jelasnya.
Namun, apakah kapal ini bakal digunakan untuk mudik lebaran tahun ini?
Komandan Pos Jaga Pelabuhan Bira, Andi Abidin yang dikonfirmasi menjelaskan, bahwa pihaknya masih menunggu petunjuk.
Namun, jika mengacu pada imbauan larangan mudik, maka penyeberangan Bira-Selayar tidak akan melayani penyeberangan mulai tanggal 6-17 Mei 2021.
Itu untuk memutus penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).
Aturan itu, juga berlaku baik untuk angkutan darat maupun udara.
"Kalau itu (penumpang) kita masih menunggu petunjuk. Namun kalau untuk logistik sepertinya tetap jalan, karena kasihan saudara-saudara kita di Selayar kalau tidak logistik juga dilarang," jelas Andin Abidin. (TribunBulukumba.com)
Laporan Wartawan Tribun Timur, Firki Arisandi