Tribun Ramadan
Mengenal Tandipau, Pemeluk Agama Islam Pertama di Tana Luwu
Maddikan Bua, Tandipau adalah orang pertama di Tana Luwu yang memeluk agama Islam. Ajaran Islam dibawa oleh tiga mubalig asal Minangkabau
Penulis: Chalik Mawardi | Editor: Suryana Anas
TRIBUNLUWU.COM, BUA - Sebuah makam yang terletak di Desa Tiromanda, Kecamatan Bua, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, kerap didatangi oleh warga untuk berziarah.
Makam tersebut adalah milik Maddikan Bua, Tandipau.
Ia adalah orang pertama di Tana Luwu yang memeluk agama Islam.
Penulis buku Ringkasan Sejarah dan Budaya Luwu Musly Anwar mengatakan, ajaran Islam masuk ke Tana Luwu pada tahun 1593.
Namun ada juga yang menyebutnya tahun 1603.
Musly menuturkan, ajaran Islam dibawa oleh tiga mubaligh asal Minangkabau, Sumatera Barat.
"Yakni Datuk Abdul Makmur (khatib tunggal), Datuk Sulaeman (khatib sulung), dan Datuk Abdul Jawad (khatib bungsu)," kata Musly, Rabu (21/4/2021).
Musly menuturkan, para mubaligh ini berlayar dari Sumatera menuju Tana Luwu.
Menggunakan perahu besar, mirip cangkan kerang kima.
Mereka pertama kali pijakkan kaki di Lapandoso (Dusun Muladimeng, Desa Pabbaresseng, Kecamatan Bua) yang merupakan wilayah kekuasaan Maddika Bua.
Setelah melalui berbagai proses dan Maddika Bua bersama perangkat adatnya benar-benar memahami dan yakin tentang ajaran Islam maka ia bersedia mengucapkan dua kalimat syahadat.
Dengan syarat tidak diketahui oleh Datu Luwu La Patiware.
"Sebab menjadi durhaka jika seorang Maddika Bua mendahului Datu Luwu," kata Musly.
Peristiwa ini, lanjut Musly kemudian menjadi sebab-musabab Maddika Bua digelari Tandipau.
Yang berarti tidak diucapkan dan menjadi rahasia.
Setelah Maddika Bua memeluk Islam, dia kemudian mendampingi para mubaligh berlayar menuju pusat kedatuan Luwu di Pattimang.
"Setelah memalui pertarungan kemampuan, Datu Luwu juga bersedia memeluk agama Islam," tuturnya.
Sementara itu, Maddika Bua saat ini, Andi Syaifuddin Kaddiraja mengatakan, secara resmi Islam masuk di Tana Luwu tahun 1603 masehi
Pemeluk pertama adalah Maddika Bua Tandipau.
"Tandipau saat itu belum dipopulerkan sebagai penerima Islam karena tidak boleh mendahului datu, nanti dikatakan resmi setelah Datu Luwu La Patiware menerima Islam sehingga Datu Luwu ditingkatkan namanya menjadi Pati Arase yang artinya tinggi," ujar Syaifuddin. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/makam-maddika-bua-tandipau-di-desa-tiromanda-kecamatan-bua-1.jpg)