Breaking News:

Tribun Bulukumba

Insentif Penangan Covid-19 Belum Dibayarkan Sejak 2020, Kadinkes Bulukumba Angkat Bicara

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Bulukumba, dr Wahyuni, akhirnya angkat bicara terkait insentif penanganan Covid-19 untuk para tenaga kesehatan

TRIBUN-TIMUR.COM/FIRKI ARISANDI
Kepala Dinas Kesehatan Bulukumba, dr Wahyuni 

TRIBUNBULUKUMBA.COM, UJUNG BULU - Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Bulukumba, dr Wahyuni, akhirnya angkat bicara terkait insentif penanganan Covid-19 untuk para tenaga kesehatan (Nakes), yang hingga kini belum dibayarkan.

Sebelumnya beberapa nakes di RSUD Sulthan Dg Radja Bulukumba mengeluh, karena insentif mereka terakhir dibayarkan 2020 lalu.

dr Wahyuni membeberkan, bahwa anggaran insentif untuk para nakes menggunakan Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) tambahan.

"Itu memang sesuai pagu yang ada hanya sampai Juni 2020. Hanya saja di akhir tahun kembali ada kucuran," jelas dr Wahyuni, Sabtu (17/4/2021).

Nantinya, dana yang ada tersebut bakal dibuatkan Surat Keputusan (SK) Parsial, untuk menutupi jasa yang belum dibayarkan.

Mekanisme pembayaran insentif ini, kata dia, tidak dilakukan begitu saja.

Pemberian insentif berdasarkan rumus-rumus khusus yang telah dibuat.

"Ketika ada kasus, ada rumusnya, bahwa ini yang berhak dapat sekian orang. Tidak sekadar membagi uang," pungkasnya.

Sebelumnya, DPRD Bulukumba juga telah mengunjungi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sulthan Dg Radja Bulukumba, Selasa (6/4/2021) lalu.

Hal ini di lakukan untuk mempertemukan tenaga kesehatan yang selama ini telah berjuang melakukan penanganan dan perawatan pasien Covid-19.

Halaman
123
Penulis: Firki Arisandi
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved