Pembangunan Sulsel Tak Merata
Kenapa Pembangunan Sulsel Tak Merata? DPRD Sulsel Protes PUTR Cuma Buat Jalan di Toraja, Luwu, Bone
Kenapa Pembangunan Sulsel Tak Merata? Ketua Komisi D DPRD Sulsel Rahman Pina cecar pertanyaan Kadis PUTR Prof Rudy Djamaluddin tentang Luwu Raya, Bone
Termasuk pihak ketiga tidak memiliki alat berat untuk menyelesaikan pekerjaan mereka.
"Anggaran fisik kita cukup besar, selain dari Pemprov sendiri ada juga anggaran PEN (Program Pemulihan Ekonomi Nasional)," ujar Rahman Pina.
Rahman Pina mengaku telah mengecek pekerjaan jalan di poros Luwu dan Tana Toraja ke Toraja utara.
Rahman Pina mendapati pihak ketiga tidak memiliki alat yang cukup memadai.
"Tapi kontraktor kita seharusnya memiliki alat tapi hanya dukungan alat (Pinjam) dan akhirnya kalau bersamaan gunakan jadilah seperti itu (Pembangunan jalan tidak sesuai target). Saya kira dinas PU memberikan pekerjaan kepada orang yang hanya modal kontrak saja," bebernya.
Untuk pembangunan jalan, ujar Rahman, tidak ada keseimbangan yang dilakukan oleh dinas PUTR.
Ia menyebutkan Pemprov hanya fokus di tiga daerah saja; kabupaten Bone, Luwu Raya dan Toraja.
"Jadi ada kesenjangan cukup besar yang membuat daerah lain menimbulkan kecemburuan," bebernya.
"Seperti Makassar itu pembangunan itu hanya ada di SPN Batua padahal itu kewenangan kota, padahal jalan provinsi di Makassar sangat memperhatikan dan saya kira menjadi perhatian," jelasnya.
Menanggapi hal tersebut, Kadis Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Sulsel Prof Rudy Djamaluddin mengatakan memang secara faktual itu persetujuan dari semua pihak.
Tapi ketika berbicara kesetimpangan jalan memang itu ada tapi kata dia harus dilihat bagaimana pembangunan jalan yang ada di daerah-daerah lain.
"Kemantapan jalan di Luwu dan Toraja memang dibawa 50 persen dibanding di wilayah selatan seperti Bulukumba, Bantaeng dan Jeneponto. Sehingga kita utamakan Luwu dan Toraja untuk menghindari kesentimpangan pembangunan," katanya.
Sehingga kata Prof Rudi untuk tahun 2021 ini dia mengharapkan masukan dari anggota DPRD daerah mana yang perlu dilakukan perbaikan jalan dan paling parah sehingga kata dia ada keseimbangan pembangunan di Sulsel.
"Tentu anggaran 2021 ini kita harapkan masukan dari anggota dewan demi pembangunan Sulawesi selatan," jelasnya.(tribun-timur.com)
Berita lain tentang Gubernur Sulsel nonaktif Nurdin Abdullah Ditangkap KPK
Laporan reporter Tribun-timur.com Ari Maryadi