Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Tribun Mamuju

32 Ribu Anak di Sulawesi Barat Tak Sekolah, Gubernur Kumpul Bupati

Saat ini tercatat ada sekira 32 ribu anak di Sulbar tidak sekolah. Jumlah itu mencapai 10 persen lebih dari jumlah anak sekolah di Sulbar.

Penulis: Nurhadi | Editor: Fahrizal Syam
Humas Pemprov Sulbar
Gubernur Sulbar Ali Baal Masdar memimpin rapat koordinasi bersama enam bupati, di Hotel Ratih Polman, Sulawesi Barat, Jumat (9/4/2021). Rapat membahas permasalah pembangun daerah 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAMUJU - Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) menghadapi masalah krusial dalam dunia pendidikan.

Pasalnya, saat ini tercatat ada sekira 32 ribu anak di Sulbar tidak sekolah. Jumlah itu mencapai 10 persen lebih dari jumlah anak sekolah di Sulbar.

“Permasalahan yang lebih krusial, adalah banyaknya jumlah anak tidak sekolah di Sulbar yang mencapai 10,25 persen atau 32 ribu anak,” kata Gubernur Sulawesi Barat, Ali Baal Masdar, pada rapat koordinasi untuk mendorong pembangun di tengah pandemi Covid-19.

Rapat koordinasi berlangsung di Hotel Ratih, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulbar, Jumat (9/4/2021).

Pada rapat itu, Ali Baal Masdar juga mengumpulkan enam bupatinya.

Lanjut Ali mengatakan, Pemprov Sulbar telah berupaya mengatasi masalah ini dengan menghadirkan berbagai program.

Satu di antaranya yakni portal Anak Tidak Sekolah (ATS).

"Upaya yang telah dilakukan Pemprov Sulbar untuk menangani permasalah itu adalah dengan meluncurkan portal Anak Tidak Sekolah (ATS) atau program untuk tangani total Anak Tidak Sekolah," katanya.

Ali berharap program itu mendapat dukungan para bupati se-Sulbar, dalam bentuk komitmen kebijakan untuk menyukseskan program tersebut.

Lanjut dikatakan, di tengah pandemi saat ini, pemerintah daerah selalu berpikir bagaimana cara bersinergi secara maksimal untuk mencapai tujuan bersama.

“Sulbar maju dan malaqbi," kata Ali Baal.

Ia menjelaskan, banyak program prioritas dan strategis pembangunan yang memerlukan sinergi.

"Di antaranya percepatan pembangunan infrastruktur dan konektivitas provinsi dan kabupaten serta penguatan ekonomi masyarakat di tengah pandemi covid-19," ujar mantan bupati Polman dua periode itu.

Selain itu, lanjutnya, sektor pembangunan manusia juga perlu menjadi perhatian dalam menekan angka stunting di Sulbar.

"Kita tahu saat ini angka stunting di Sulbar masih mencapai 40,38 persen. Ini perlu kerja sama yang kuat untuk bisa menekan," katanya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Timur
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved