KLB Demokrat
Netizen Ramai-ramai 'Serang' Pernyataan ARA Setelah Sarankan Kubu Moeldoko ke Pengadilan Agama
Netizen ramai mengomentari pernyataan Ketua DPC Partai Demokrat Makassar, Adi Rasyid Ali yang menyebut kubu Moeldoko bisa menang di pengadilan agama.
TRIBUN-TIMUR.COM- Ketua DPC Partai Demokrat Makassar, Adi Rasyid Ali menyebut Kongres Luar Biasa atau KLB Partai Demokrat kubu Moeldoko bisa menang di Pengadilan Agama.
“Kubu KLB bisa menang kalau menggugat di Pengadilan Agama,” kata ARA akronim nama, Adi Rasyid Ali, berkelakar seusai hadiri resepsi pernikahan di sebuah hotel di Jl AP Pettarani, Makassar, Senin (5/4/2021).
Ternyata pernyataan petinju amatir itu pun mendapatkan tanggapan dari netizen hingga, Rabu (7/4/2021).
Baca juga: Pengamat: Jokowi Pemenang di Kisruh Partai Demokrat, SBY Telah Luntur
Baca juga: Demokrat Kubu Moeldoko Tantang AHY Bertarung di Pengadilan
Widoyo Atmoko: 1pengadilan negara. 2pengadilan agama 3pengadilan militer. Ente pilih yg mana. Keren jawabannya.
Arozy: Emange urus perceraian
tano malo: Mantab jend moeldoko semangkin banyak yg membuly dan cacimaki semangkin kuat mental bapak, lebih baik diam dari pada berkoar, kita lihat nanti di ptun siapa yg menang, asal jgn nangis bombay saja AHY klo kalah di ptun...hihihi
Tri Priyono: Klo gagal jg di pengadilan agama, bawa ke pengadilan adat. Cuma adat mana ya? Yg pnting jgn putus asa. Msh ada Mahkamah internasional kok.
Ary Sucipto: Yaaa benar.. kubu Moldoko cs' numtutnya sebaiknya di Pengadilan agama saja. Cocokkkk Bro.
Aji: Ayo kerjain terus moldoko biar bs bermimpi jd presiden.
John Duta: Mana bisa menang,sudah ilegal menang. Sama beli kendaraan bodong, kena tilang. Habislqh dipengadilan.
Singonggo: setuju sx bang dgn pendapatnya...
Manangge A: Hhhh emang partai Demokrat hasil KLB, mau gugat cerai ato mau gugat warisan ke PA
Kubu Moeldoko Gugat ke PTUN
Kubu Kongres Luar Biasa atau KLB Partai Demokrat Deli Serdang sudah mendaftarkan gugatan pengesahan Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga Partai tahun 2020.
Gugatan ini didaftarkan ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.