Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Tribun Opini

Sulsel Baru di Era ASS

Jika ASS bisa membangun satu kultur baru yang produktif, Sulsel akan selalu menjadi garda terdepan pembangunan di Indonesia.

Editor: Imam Wahyudi
DOk: Hasbullah Khatib
Hasbullah Khatib 

Hasbullah Khatib

(Pemerhati Sosial dan Politik)

NAIKNYA Andi Sudirman Sulaiman (ASS) sebagai Plt Gubernur Sulawesi Selatan membersitkan banyak harapan. Dirinya diharapkan bisa melanjutkan regenerasi kepemimpinan, sekaligus memberikan arah bagi Sulsel baru di masa depan.

Fakta usia ASS terbilang muda harusnya dilihat sebagai kekuatan. Di usia muda, apalagi belum terindikasi berada dalam arus tarik-menarik kepentingan faksi politik, dia berpeluang untuk membuat sejarah baru.

Satu realita yang tak bisa ditampik adalah gerbong kepemudaan terus bergerak dan menjadi tantangan di tengah birokrasi dan sengkarut persoalan di masyarakat. Jika ASS bisa membangun satu kultur baru yang produktif, Sulsel akan selalu menjadi garda terdepan pembangunan di Indonesia.

Momentum naiknya ASS bisa pula dilihat dari sudut pandang terbitnya harapan bagi generasi milenial. Dalam banyak riset, generasi ini dinilai relatif menarik jarak dari pusaran politik, serta selalu memiliki ide-ide inovatif untuk berkembang.

Di tataran global, kita bisa lihat beberapa fakta mengenai generasi baru yang mengubah sejarah. Di jazirah Timur Tengah, apa yang disebut Arab Spring atau musim semi demokrasi dimulai dari anak muda bernama Whael Ghonim di Tunisia.

Di Hongkong, ada umbrella revolution yang disulut oleh anak muda Joshua Wong.  Di Amerika, anak-anak muda membuat platform media sosial dan start-up yang mengubah dunia. Kita sedang menyaksikan gelombang bangkitnya kekuatan muda untuk perubahan besar.

Perkembangan kiprah kaum muda tersebut telah dipotret oleh Sheila Kinkade dan Christina Macy dalam buku Our Time is Now, Young People Changing The World. Buku yang ingin menyampaikan pesan bahwa abad 21 adalah abad kaum muda beserta kiprah yang dapat mereka lakukan kepada perubahan dunia.

Indonesia sedang membicarakan bonus demografi. Dalam beberapa kesempatan, Presiden Jokowi menyebut bonus demografi harus dikelola dengan produktif. Bonus demografi adalah suatu kondisi di mana jumlah penduduk produktif atau angkatan kerja (usia 15-64 tahun) lebih besar dibandingkan penduduk yang tidak produktif (di bawah 15 tahun dan di atas 64 tahun).

Tahun 2020-2030 adalah masa-masa emas bonus demografi. Banyak kalangan yang memperkirakan, penduduk usia produktif akan mencapai 70 persen. Bonus demografi akan menjadi berkah jika angkatan kerja produktif yang mendominasi jumlah penduduk bisa terserap pada pasar kerja secara baik.

Sebaliknya, bonus demografi menjadi bencana demografi jika angkatan kerja tidak terserap pasar kerja dengan baik. Oleh karena itu, sejak dini, pemerintah harus fokus menyiapkan landasan agar bonus demografi mendatangkan banyak manfaat.

Namun, sanggupkah ASS menjadi harapan baru setelah krisis dan badai melanda Sulsel? Jawabannya berpulang pada sejauh mana beliau bisa menentukan visi dan menggerakkan tim kerja yang efektif untuk menggapai semua visi tersebut.

Dia punya modal kuat yakni usia muda dan produktif, serta cara pandang baru yang lebih segar. Naiknya ASS sebagai Plt Gubernur di usia produktif adalah indikasi dari bangkitnya kalangan muda di Sulsel. Di usia muda berhasil memegang pucuk kepemimpinan di Sulsel akan menjadi inspirasi bagi banyak anak muda lainnya untuk meniti di jalan yang sama.

Namun, naiknya beliau di kancah kepemimpinan hanyalah awal dari satu perjalanan panjang. Publik ingin melihat sejauh mana kiprahnya, apakah sekadar menjadi pengganti ataukah bisa menjadi awal baru yang menjanjikan. Jika dia sukses, maka sejarah baru akan tertoreh di bumi Sulsel.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved