Breaking News:

Apa Itu Prader Willi Syndrome, Penyakit Langka yang Diderita Anak Oki Setiana Dewi, Tak Ada Obat

Sindrom Prader Willi atau Prader Willi Syndrome, merupakan salah satu penyakit genetik yang disebabkan oleh gangguan pada kromosom 15

Editor: Ina Maharani
Instagram Oki Setiana Dewi @okisetianadewi
Oki Setiana Dewi 

TRIBUN-TIMUR.COM - Artis Oki Setiana Dewi harus bolak balik ke rumah sakit demi menemani putra keempatnya Sulaiman Ali Abdullah. 

Sulaiman Ali Abdullah divonis dokter mengidap sindrom prader wili atau Prader Willi Syndrome, untungnya penyakit ini bisa dideteksi sejak dini sehingga bisa dilakukan pengobatan.

Seperti tampak di postingan instagram yang dikutip Wartakotalive.com, Selasa (30/3/2021), kakak dari Ria Ricis berada di rumah sakit bersama Sulaiman.

 Berikut curhatan Oki

Hari ini bertemu tim dokter yang akan menangani @sulaimanaliabdullah ke depannya.

Hari ini airmata saya kembali menetes. Bukan karena Sulaiman dinyatakan mengidap Prader Wili Sindrom, melainkan karena terharu karena kebaikkan Allah yang luar biasa.

Terharu karena Allah kirimkan dokter-dokter baik hati yang menyemangati saya dan menetramkan saya bahwa beliau-beliau ini mengatakan akan terus mendampingi saya dan Sulaiman ke depannya.
.
Tak ada kata lain di bibir ini selain ucapan terimakasih dan doa agar para dokter diberikan kesehatan supaya bisa membantu banyak orang.

Salam hormat saya untuk seluruh dokter dan tenaga medis dimanapun berada.

Semoga Allah membalas semua kebaikan , ketulusan , keikhlasan yang diberikan pada saya , Sulaiman dan seluruh pasien.
.
Terimakasih Prof Rinawati, dr Frida Soesanti, dr Cut Nurul Hafifah, dan semua dokter yang menangani Sulaiman sejak awal, yang namanya tidak bisa saya sebutkan satu persatu.

Apa Itu Sindrom Prader Willi

Sindrom Prader Willi atau Prader Willi Syndrome, merupakan salah satu penyakit genetik yang disebabkan oleh gangguan pada kromosom 15, sehingga menyebabkan kelainan pada banyak sistem pada tubuh pengidapnya.

Dilansir tribunnewswiki dari halodoc, penyakit ini pertama kali disampaikan oleh Langdon Down pada akhir tahun 1800-an.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved