Breaking News:

Tribun Pasangkayu

11 Tahun Buron, Terpidana Korupsi Rp 41 Miliiar di BPD Pasangkayu Sulbar Ditangkap

Terpidana korupsi Dana Kredit Modal Kerja  (KMK) pada Bank BPD Sulselbar Cabang Pasangkayu merugikan keuangan negara sebesar Rp 41 miliar ditangkap

Penkum Kejati Sulbar
Kajati Sulbar Johny Manurung didampingi Asisten Intelejen Irvan Samosir merilis penangkapan terpidana korupsi Rp 41 miliar pada Bank BPD Sulsebar Cabang Pasangkayu di tenda darurat kantor Kejati, Rabu (1732021) malam. (Penkum Kejati Sulbar) 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAMUJU - Seorang terpidana korupsi Dana Kredit Modal Kerja  (KMK) pada Bank BPD Sulselbar Cabang Pasangkayu yang merugikan keuangan negara sebesar Rp 41 miliar, Jamal Stanza, ditangkap Tim Intelejen Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulbar.

Jamal berhasil ditangkap setelah menjadi buron selama 11 tahun.

Penangkap dilakukan di Kecamatan Dapurang, Kabupaten Pasangkayu, Rabu (17/3/2021) pukul 15.15 Wita, dipimpin langsung Asisten Intelejen Kejati Sulbar Irvan Samosir.

Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sulbar, Johny Manurung, menjelaskan berdasarkan Putusan MA No. 1556.K/Pidsus/2010 Tanggl 4 Oktober 2011, Jamal Stanza, dijatuhi hukuman penjara selama empat tahun.

Kemudian denda RpbR  200 Juta, subsider tiga bulan penjara dan uang pengganti Rp 150 Juta subsider satu bulan penjara.

"Jamal Stanza terbukti melanggar Pasal 2 ayat (1) jo Pasal 18 ayat (1) UU No 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU No 20 Tahun 2001 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP,"jelas Johny.

Dikatakan, tim Tabur Kejati Sulbar berhasil menangkap terpidana di dalam rumahnya tanpa melakukan perlawanan dan langsung bawah ke Mamuju.

"Jamal Stanza sudah lama dicari dan buru oleh tim tabur kejati Sulbar sejak bulan Maret 2020 namun selalu berhasil meloloskan diri, mulai dari Kabupaten Mamuju, ke Kabupaten Polman, Kabupaten Pasangkayu selalu berhasil meloloskan diri dan pada hari ini tim Tabur sukses membekuk terpidana,"jelasnya.

Penangkapan buronan, kata dia, merupakan pelaksanaan dan arah kebijakan penegakan hukum dari Jaksa Agung RI.

"Terpidana selanjutnya akan diserahkan ke Kejari Mamuju untuk melaksanakan eksekusi pidana badan,"tuturnya.

Kajari Mamuju Subekhan saat dikonfirmasi mengatakan pagi ini terpidana akan dibawa ke Lapas Polewali Mandar untuk dikurung penjara. (tribun-timur.com)

Penulis: Nurhadi
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved