Breaking News:

Tribun Pasangkayu

Pekerjakan Anak di Bawah Umur, Pemilik Kafe di Pasangkayu Ditetapkan Tersangka

Reskrim Polres Pasangkayu menetapkan 2 tersangka karena terlibat kasus dugaan perdagangan orang (trafficking)

Penulis: Nurhadi | Editor: Suryana Anas
Humas Polres Pasangkayu
Wakapolres Pasangkayu Ade Chandra didampingi Kasat Reskrim AKP Pandu Arief Setiawan saat memimpin pres rilis pengungkapan kasus di Mapolres.(humas polres pasangkayu). 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAMUJU -- Reskrim Polres Pasangkayu tetapkan tersangka dua perempuan inisial NR dan RO karena terlibat kasus dugaan perdagangan orang (trafficking) atau mempekerjakan anak di bawah umur di cafe 'remang-remanng'.

Kasat Reskrim AKP Pandu mengatakan, kedua perempuan ditetapkan tersangka setelah adanya laporan orang tua korban kepada polisi.

"Keduanya disangkakan karena mempekerjakan anak dibawa umur di cafe miliknya dengan mempekerjakan melayani tamu hidung belang serta menjual minuman keras ( Miras ),"ungkap Pandu kepada wartawan di Mapolres Pasangkayu, Kamis (3/2/2021).

Dia menyebutkan, tersangka NR sebagai pemilik cafe remang-remang di Pasangkayu dan tersangka RO sebagai pencari karyawan.

"Kedua tersangka mempekerjakan anak di bawah umur di salah satu Cafe milik tersangka, dimana keduanya harus bekerja di cafe itu melayani pelanggan melakukan praktik prostitusi dan menjadi pelayan penjual Miras,"tuturnya.

Dikatakan Pandu, awalnya pelaku RO menawarkan korban untuk bekerja dengan gaji dan tempat yang pantas.

Ajakan pelaku diterima oleh orang tua korban. Namun setibanya di Pasangkayu, keduanya dipekerjakan di Cafe remang-remang milik tersangka yang menyediakan MIras kepada pelanggannya.

"Belakangan diketahui oleh orang tua korban sehingga memprotesnya agar anaknya dikembalikan dan diberhentikan sebagai karyawan Cafe remang-remang. Tapi sikap protes orangtua korban agar anaknya diberhentikan ditentang oleh kedua pelaku. Jika korban diberhentikan harus tebus uang yang sudah diambil oleh korban,"katanya.

Lanjut Pandu, Motif pelaku mempekerjakan anak dibawah umur adalah untuk mendapatkan keuntungan sebagai daya tarik pengunjung yang datang untuk berkaraoke dan melakukan prostitusi.

"Setelah kami melakukan pemeriksaan terhadap korban dan tersangka serta saksi lainnya yang dikuatkan oleh barang bukti berupa dua unit handphone, satu lembar foto struk transfer bank, satu lembar bukti transfer, uang senilai 373.000, dua lembar baju, dua lembar celana panjang, satu lembar selimut dan satu lembar kain sprei. Akhirnya kami tetapkan tersangka,"pungkasnya.

Terhadap kedua tersangka, disangkakan dengan pasal 2 ayat (1) dan (2), pasal 83 Jo pasal 76F dan pasal 88 Jo pasal 76I dengan ancaman hukuman paling lama 15 tahun. (tribun-timur.com)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved