Breaking News:

Tribun Wajo

Satu Orang Ditahan Kasus Fee Kemenag Wajo, 23 Lembar Kwitansi & Uang Tunai Rp12,5 Juta Barang Bukti

Kejaksaan Negeri Wajo telah menetapkan seorang ASN di Kantor Kementerian Negeri Wajo, bernama Muhammad Yusuf sebagai tersangka dari kasus fee dana BOP

TRIBUN-TIMUR.COM/HARDIANSYAH
Kejaksaan Negeri Wajo saat menggelar jumpa pers, Rabu (10/3/2021) 

TRIBUNWAJO.COM, SENGKANG - Kejaksaan Negeri Wajo telah menetapkan seorang ASN di Kantor Kementerian Negeri Wajo, bernama Muhammad Yusuf sebagai tersangka dari kasus fee dana BOP 2020, Rabu (10/3/2021).

Sebagai barang bukti, jaksa menemukan 23 kwitansi pembelian buku dengan nominal masing-masing 1 juta.

Juga, ada 1 unit laptop, ponsel milik Yusuf, dan uang tunai sebesar Rp12.500.000.

Kasi Pidsus Kejari Wajo, Dermawan Wicaksono mengatakan, ditangkapnya Yusuf ketika dirinya bersama seorang rekannya, Abdul Wariz hendak mengembalikan uang yang diminta sebagai fee dari BOP 2020.

"Fakta perbuatannya diduga telah terjadi, kita menduga ada upaya penyelesaian diam-diam yang tidak sesuai dengan hukum acara pidana, yakni dengan mengembalikan uang tersebut," katanya, saat menggelar jumpa pers.

Lebih lanjut, Wicaksono menyebutkan belum menghitung jumlah kerugian negara, sebab kasus tersebut masuk dalam ranah gratifikasi.

"Ini kan gratifikasi, jadi hitungannya kami tidak berhitung kerugian negara," sambungnya.

Peruntukan dana BOP 2020 sendiri hanya untuk tiga hal.

Pertama, operasional lembaga yang meliputi pembayaran air, listrik, dan lain-lain. Kedua, untuk pembayaran honor tenaga pendidik. Ketiga, untuk penanganan Covid-19.

"Informasi yang diterima, ada permintaan yang beragam jumlahnya, mulai dari 1 juta sampai 3,5 juta, ada juga alasan untuk beli buku paket," katanya.

Diketahui, Muhammad Yusuf diciduk di Masjid Darussalama, Desa Pakkana, Kecamatan Tanasitolo, Selasa (9/3/2021) kemarin. Yusuf, bersama Wariz hendak mengembalikan uang ke lembaga penerima BOP 2020.

"Untuk AW saat ini masih sebatas saksi, tapi tidak menutup kemungkinan akan ada tersangka baru. Kita lihat pengembangan ke depan," katanya.

Muhammad Yusuf sendiri dikenakan pasal 12 (e) subsider pasal 11 UU RI 20/2001 atas perubahan UU RI 31/1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi.

Penulis: Hardiansyah Abdi Gunawan
Editor: Sudirman
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved