Breaking News:

Tribun Pinrang

Jaksa di Pinrang Minta Uang Rp 25 Juta ke Tersangka, ACC: Kejati Sulsel Harus Periksa

Dugaan ini pertama kali menyeruak setelah Aliansi Mahasiswa Pemerhati Pinrang melakukan unjuk rasa di Kejaksaan Negeri Pinrang

TRIBUN TIMUR/NINING
Hari pertama kerja, Kepala Kejaksaan Negeri Pinrang, Agus Khairudin disambut dengan aksi unjuk rasa Aliansi Mahasiswa Pemerhati Pinrang, Senin, (01/03/2021). 

TRIBUNPINRANG.COM, PINRANG - Isu adanya dugaan oknum jaksa di Kejari Pinrang yang meminta uang kepada para tersangka pengedar kosmetik ilegal menjadi perbincangan hangat dikalangan masyarakat. 

Dugaan ini pertama kali menyeruak setelah Aliansi Mahasiswa Pemerhati Pinrang melakukan unjuk rasa di Kejaksaan Negeri Pinrang, Senin, (01/03/2021). 

"Informasi adanya oknum jaksa yang meminta uang Rp 25 juta ke para tersangka pengedar kosmetik ilegal ini sudah menyebar luas di masyarakat," ujar salah satu pengunjuk rasa dalam orasinya, Hasan. 

Menanggapi hal itu, Lembaga Anti Corruption Committe (ACC) Sulawesi Selatan bereaksi. 

"Kami dari ACC mendesak asisten pengawasan (aswas) Kejaksaan Tinggi Sulsel untuk turun dan menelusuri informasi tersebut. Serta melakukan pemeriksaan kepada oknum jaksa yang disebut telah meminta uang kepada para tersangka pengedar kosmetik ilegal," kata Peneliti ACC, Anggareksa saat dihubungi, Selasa, (02/03/2021). 

Ia meminta, Aswas Kejati Sulsel melakukan pemeriksaan terhadap jaksa yang menangani kasus tersebut mengapa hingga saat ini belum P21. 

"Dalam pantauan ACC, salah satu modus dalam menghentikan kasus itu dengan cara mengembalikan berkas perkara. Menggunakan berbagai alasan sehingga tidak di P21 kan. Itu salah satu modus yang biasa terjadi," tambahnya. 

Anggareksa menuturkan, adanya kasus kosmetik ilegal yang mandek ini menjadi pekerjaan rumah bagi Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Pinrang yang baru. 

"Sekira ini menjadi pekerjaan rumah bagi Kajari baru. Banyaknya kasus mandek di Kejari pinrang harus menjadi atensi Kajari baru untuk menyelesaikan segera kasus itu. Serta melakukan evaluasi terhadap penyidik di Kejaksaan Pinrang terkait dugaan adanya oknum Jaksa. Juga, terkait lambatnya proses perkara," imbuhnya. 

Terpisah, Kajari Pinrang, Agus Khairudin mengatakan akan bekerja semaksimal mungkin untuk mengusut kasus tersebut jika benar adanya. 

"Sebagai orang baru, akan saya teliti sedemikian rupa nantinya. Siapa dan oknum siapa yang terlibat," ujarnya. 

Sementara itu, Kasi Intel Kejari Pinrang, Tomy Aprianto mengatakan terkait kasus peredaran kosmetik ilegal masih menunggu di P21 kan. 

"Ada beberapa berkas yang belum lengkap sehingga belum di P21 kan," tandasnya. 

Sebelumnya, kasus peredaran kosmetik ilegal yang mengandung bahan kimia merkuri berhasil diungkap Polres Pinrang pada Desember 2020 lalu. 

Dalam kasus tersebut, polisi menetapkan empat tersangka yakni RA warga Kelurahan Teppo, Kecamatan Patampanua, Kabupaten Pinrang sebagai pemasok barang racikan ilegal dari Malaysia. Tiga wanita lainnya yakni AY, AA dan KM juga turut terlibat. 

Penulis: Nining Angraeni
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved