Breaking News:

Tribun Pasangkayu

Jadi Pengedar Sabu-sabu, Pasutri di Pasangkayu Ditangkap Ditresnarkoba Polda Sulbar

Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Sulawesi Barat (Sulbar), menangkap pasangan suami istri (Pasutri) inisial HA (28) dan EN (30)

Penulis: Nurhadi | Editor: Sudirman
Jadi Pengedar Sabu-sabu, Pasutri di Pasangkayu Ditangkap Ditresnarkoba Polda Sulbar
humas polda sulbar
barang bukti tiga saset sabu-sabu

TRIBUN-TIMUR.COM, MAMUJU -- Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Sulawesi Barat (Sulbar), menangkap pasangan suami istri (Pasutri) inisial HA (28) dan EN (30) yang terlibat sebagai pengedar sabu-sabu di Kabupaten Pasangkayu.

Direktur Reserse Narkoba, Kombes Pol Alpen mengatakan, kasus ini berhasil diungkap setelah petugas personil Subdit III  mendapatkan informasi dari masyarakat.

Pasutri tersebut kerap menjemput sabu di Kota Palu Provinsi Sulteng untuk diedarkan di Kabupaten Pasangkayu.

"Berbekal informasi tersebut, anggota melakukan penyelidikan dan pelaku yang merupakan pasutri berhasil ditangkap di rumahnya yang berlokasi di Dusun Kasalai, Desa Sarasa, Kecamatan Dapurang, Pasangkayu,"kata Kombes Pol Alpen kepada wartawan di Mapolda Sulbar, Senin (1/3/2021).

Dikatakan, modus yang digunakan oleh pelaku untuk mengelabuhi petugas adalah dengan menyembunyikan sabu di dalam bola lampu, kemudian disimpan dalam tas berwarna merah yang diletakkan dilemari piring.

“Pasutri ini sering menjemput sabu di Palu kemudian dibawa ke Pasangkayu untuk diedarkan. Mereka berusaha mengelabui petugas saat digrebek dengan menyembunyikan sabu dalam lampu kemudian ditaruh dalam tas lalu disimpan di atas lemari piring,"jelasnya.

Dalam melakukan aksinya, kata Alpel, HA sendiri yang menjual sabu kemudian hasil penjualan diserahkan ke istrinya EN.

Kadang juga EN sendiri yang melakukan penjualan ketika suaminya tidak ada.

Selain mengamankan pasutri, polisi juga berhasil mengamankan barang bukti berupa tiga sachet plastik bening berisi kristal bening yang diduga sabu, dua unit handphone, uang tunai senilai 300.000 dan satu unit sepeda motor yang digunakan pelaku untuk menjemput sabu.

"Atas perbuatannya, pasutri tersebut dijerat dengan pasal 112 ayat (1) dan pasal 114 ayat (1) UU tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman pidana lebih dari 5 Tahun penjara,"pungkasnya.(tribun-timur.com).

Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved