Breaking News:

Khazanah Sejarah Islam

Sultan Pagaruyung dari Minangkabau Datuk Mahkota Penyebar Islam Pertama di Sulsel Yang Terlupakan

Sayang sekali makam Dato Mahkota di Sanrobone sangat tidak terawat. Tak menggambarkan bahwa makam itu adalah makam seorang reja dan ulama besar

Editor: AS Kambie
Courtesy: Suwadi Idris Amir
Makam Dato Mahkota di Bontoa, Sanrobone, Takalar, seperti diabadikan pada Senin, 22 Februari 2021. 

Berkat kerja sama merekalah Masjid Baitul Maqdis terbangun pada tahun 1589-1591 dan direnovasi pada tahun 1602 oleh Syekh Muhyiddin Umar Al Aidid bersama ketiga putranya.

Menurut ridwayat, Dato Mahkota juga adalah leluhur dari tuanku Imam Bonjol yang merupakan raja dan pejuang dari Minangkabau.

Jejak-jejak Dato Mahkota di sanrobone terjaga hingga saat ini karna makam nya terletak di dusun bontoa sanrobone. Bahkan silsilah keturunan Dato Mahkota tertulis lengkap di lontara kerajaan sanrobone dan di miliki keturunannya di sanrobone.

Berikut silsilah keturunan Dato Mahkota di Kerajaan Sanrobone hingga menyebar di Sulawesi Selatan:

* Dato Mahkota memperistrikan Siti Mohana memiliki anak bernama Tuan Raja.

* Kemudian Tan Raja memperistrikan Tuan Aminah dan melahirkan 4 (empat) orang anak yaitu Tuan Ince Ali, Tuan Ince Talli, Tuan Ince Hasan, dan Tuan Ince Husein.

* Kemudian Tuan Ince Ali memperistrikan Jawa Katingan (Tuan Katingan) yang bernama Marahuma. Mereka memiliki anak perempuan bernama Ince Tija.

* Lalu Ince Tija mempersuamikan Karaeng Lolo Bayo yang merupakan Panglima Perang Kerajaan Sanrobone saat itu. Mereka melahirkan Karaeng Sali.

* Kemudian Karaeng Sali mempersuamikan Karaeng Baseng. Mereka melahirkan 4 (empat ) anak yaitu Kare Maemunah, Kare Tongngi, Kare Pato, dan Kare Muntu.

* Lalu Kare Muntu memperistrikan putri bangsawan dari Jeneponto bernama Tongngi. Dan mereka memiliki 4 (empat) orang anak yaitu I Daro, Samalia, Abdul Kadir, dan Muminah.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved