Breaking News:

Khazanah Sejarah Islam

Sultan Pagaruyung dari Minangkabau Datuk Mahkota Penyebar Islam Pertama di Sulsel Yang Terlupakan

Sayang sekali makam Dato Mahkota di Sanrobone sangat tidak terawat. Tak menggambarkan bahwa makam itu adalah makam seorang reja dan ulama besar

Editor: AS Kambie
Courtesy: Suwadi Idris Amir
Makam Dato Mahkota di Bontoa, Sanrobone, Takalar, seperti diabadikan pada Senin, 22 Februari 2021. 

Oleh: Suwadi Idris Amir
Direktur Eksekutif PT Indeks Politica Indonesia (PT IPI)/Cicit Syekh Kaharuddin Muhyiddin Umar Al Aidid

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Kerajaan Sanrobone mendapatkan anugrah dengan kedatangan ulama besar dari Minangkabau yang datang menyebarkan Islam di bumi Kerajaan Sanrobone.

Ulama besar tersebut adalah Dato Mahkota yang merupakan Seorang Raja atau Sultan Pagaruyung dari Minangkabau.

Disebutkan, Dato Mahkota datang ke Kerajaan Sanrobone membawa istrinya, Siti Mohana, yang juga merupakan permainsuri Kerajaan Pagaruyung.

Kedatangan Dato Mahkota ke Kerajaan Sanrobone diperkirakan sekitar tahun 1510. Dato Mahkota datang di Kerajaan Sanrobone bertepatan dengan pembangunan Benteng Sanrobone yang saat itu di bangun kakak kandung Raja Sanrobone Karaeng Pancabelong atau Dampang Cambelong.

Selain membantu pembangunan Benteng Sanrobone yang dibangun tahun 1510-an, Dato Mahkota juga berhasil meyakinkan Raja Sanrobone untuk memeluk agama Islam dan mengislamkan masyarakat Kerajaan Sanrobone.

Selain itu, Dato Mahkota adalah konseptual pembangunan mesjid tertua di Kerajaan Sanrobone dan juga di Sulawesi Selatan.

Masjid tersebut diberi nama Baitul Maqdis. Masjid Baitul Maqdis dibangun oleh Dato Mahkota pada tahun 1589 dan diperkirakan selesai pada tahun 1591.

Dalam membangun Masjid Baitul Maqdis, Dato Mahkota dibantu Raja Sanrobone Karaeng Pancabelong serta ulama besar yang juga datang ke Kerajaan Sanrobone pada tahun 1580-an.

Ulama besar tersebut adalah Syekh Muhyiddin Umar Al Aidid bersama ketiga putranya yaitu Syakh Jalaluddin Muhyiddin Umar Al Aidid, Syekh Kaharuddin Muhyiddin Umar Al Aidid, dan Syekh Saefuddin Muhyiddin Umar Al Aidid.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved