Innalillahi Wa Inna Ilaihi Rojiun, Keluarga Raffi Ahmad Berduka: Selamat Jalan Iwang
Keluarga Raffi Ahmad berduka. Iwang Orlon asisten Nisya Ahmad meninggal dunia.
TRIBUN-TIMUR.COM - Keluarga Raffi Ahmad berduka. Iwang Orlon meninggal dunia.
Iwan Orlon merupakan asisten adik Raffi Ahmad, Nisya Ahmad.
Kabar duka tersebut dibagikan ibunda presenter Raffi Ahmad, Amy Qanita atau akrab disapa Mama Amy.
Melalui unggahan di Instagram, Kamis (17/2/2021), Mama Amy membagikan kabar duka wafatnya Iwang Orlon.
"Innalillahi wa inna ilaihi rojiun. 7 tahun Iwang bersama kita," tulis mama Amy seperti Grid.ID kutip.
"Sekarang sudah enggak ada lagi yang foto-fotoin. Enggak ada lagi ketawa-ketawa bareng, enggak ada lagi yang selalu nemenin pergi," lanjutnya.
"Selamat jalan, Iwang. Semoga dilapangkan alam kuburmu. Aamiin YRA," tutup Mama Amy.
Tak hanya Mama Amy, Nissya melalui unggahan di fitur Story Instagram-nya juga membagikan kabar duka atas kepergian Iwang.
Nissya menginformasikan asistennya yang bernama lengkap Iwan Susanto itu wafat di Bengkulu.
"Innalillahi wa inna ilaihi rojiun telah berpulang Iwan Susanto (Iwang) sore ini di Bengkulu," tulis Nisya Ahmad.
Tak lupa, Nissya meminta doa agar amalan Iwang semasa hidup dapat diterima serta diampuni segala dosanya.
"Mohon buat semuanya kalo ada salah dimaafkan dan minta doa semoga amal ibadahnya diterima dan diampuni dosa-dosanya. Aamiin," ucap Nissya.
Sementara Raffi Ahmad dan Nagita Slavina mengucapkan selamat jalan melalui akun Instagram @raffinagita1717.
"Selamat jalan ..... Iwang .... (emoji menangis)," tulisnya.
Keluarga Raffi Ahmad Menangis Kenang Kebaikan Asisten
Ini kisah lain tentang asisten Raffi Ahmad dan keluarga yang sangat setia. Namanya Umar. Sudah almarhum.
Sosok Umar meninggalkan kesan mendalam bagi Raffi Ahmad.
Karyawan Raffi Ahmad ini rela dipukuli dan rela dipenjara demi bosnya.
Hal itu membuat Umar, yang kini telah meninggal dunia, tak pernah hilang dari ingatan suami Nagita Slavina tersebut.
Baru-baru ini Raffi Ahmad dan Nagita Slavina mengurai cerita tentang karyawan-karyawan mereka.
Di kesempatan itu, Raffi Ahmad pun mengenang sosok karyawan bernama Umar.
Hal itu terlihat di tayangan Okay Boss Trans 7 edisi Rabu (17/2/2021).
Raffi Ahmad menyebut Umar adalah karyawannya yang rela pasang badan demi dirinya.
Kala itu, Umar bahkan mengaku rela dipukuli hingga dipenjara demi Raffi Ahmad.
Umar sendiri diketahui telah meninggal dunia.
Raffi menyebut ibunya, Amy Qanita tak kuasa menahan tangis saat mengetahui Umar telah berpulang.
"Kalau kita bicara karyawan atau asistennya Raffi, ada juga yang paling dekat yang belum lama berpulang Pak Umar ya Fi?" tanya Denny Cagur.
"Iya Umar itu sedih juga gue, nyokap gue nangis waktu dia meninggal, baru bulan kemarin," ungkap Raffi.
Raffi kemudian menceritakan momen saat dirinya ditangkap BNN karena tersandung kasus narkoba beberapa tahun silam.
Rupanya Umar lah yang berani pasang badan membela Raffi kala itu.
Ia bahkan mengaku rela dipukuli dan dipenjara agar Raffi segera bebas.
"Jadi Si Umar ini waktu saya di BNN, itu sebenarnya ada beberapa barang haram yang tidak diketahui kepunyaan siapa," tutur Raffi.
"Tadinya mau 'sudah mas Raffi apapun itu biar saya saja, biar saya dipenjara, saya dipukulin nggak apa-apa, penting Mas Raffi cepat keluar'," imbuhnya.
"Sampai dia disuruh ngaku, padahal dia kan nggak, ibaratnya dia sampai 'iya itu saya', sampai mau pasang badan," kata Raffi.
Raffi tampak terharu mengenang kegigihan karyawannya itu.
Ia pun tak lupa mengucapkan terima kasih kepada para karyawan yang pernah bekerja dengannya.
"Saya ucapin terima kasih, mudah-mudahan kalian sehat terus, rezekinya juga ada terus."
"Maaf juga kalau saya pernah ada (salah) ya, namanya juga manusia," pungkasnya.
Anggap Raffi Ahmad Adik Sendiri, Merry Menangis Lihat Suami Nagita Slavina Diperlakukan Begini
Merry asisten Raffi Ahmad menangis.
17 tahun jadi asisten suami Nagita Slavina, air mata Merry kerap kerap mengalir saat mengingat perlakuan terhadap Raffi Ahmad di masa lalu.
Muhammad Sadili yang dikenal dengan panggilan Merry diketahui sudah belasan tahun jadi asisten pribadi Raffi Ahmad.
Belasan tahun jadi asisten Raffi, Merry tak kuasa menahan tangisnya melihat sang bos malah diperlakukan begini oleh orang lain.
Hal itu karena Merry mengaku sudah menganggap Raffi Ahmad sebagai adiknya sendiri, bukan lagi sebagai bos.
Dilansir dari Youtube BRIZ Entertainment, Merry mengungkapkan ia tak hanya bekerja sebagai asisten pribadi Raffi Ahmad.
Pasalnya, Merry mengurus semua keperluan suami Nagita Slavina, baik di lokasi syuting maupun di rumah.
"Kalau saya ke bos Raffi itu mencakup semua, antara istri, pembantu, pengasuh, itu udah semuanya," ungkap Merry, dilansir TribunnewsBogor.com dari Youtube BRIZ Entertainment, Minggu (14/2/2021).
"Kalau saya tuh merangkup semuanya. Mulai dari bos Raffi masih tidur, bangun tidur, sampai tidur lagi," tambah Merry.
Kemudian, Merry menjelaskan pekerjaan sehari-harinya bersama Raffi Ahmad dimulai dari bangun tidur.
Diakui Merry, dirinyalah yang pertama kali membangunkan suami Nagita Slavina dari tidurnya.
Setelah itu, Merry harus sudah menyiapkan 5 setel pakaian dan 3 pasang sepatu yang akan dipilih Raffi Ahmad untuk syuting.
Tak hanya itu, Merry pun menyiapkan odol yang sudah ditaruh di atas sikat gigi sang bos.
Kemudian, sesampainya di lokasi syuting, Merry pun harus menyiapkan sarapan dan vitamin untuk Raffi Ahmad.
Menu sarapan pun tidak boleh sembarangan, karena itu demi kesehatan suami Nagita Slavina.
Menjabarkan job desk pekerjaannya, Merry menyebut dirinya itu adalah pembantu yang multitalent.
"Saya ini antara perpaduan pembantu, asisten, semuanya deh merangkap ke Raffi Ahmad," ujar Merry.
Meski begitu, Merry mengaku tidak pernah menyesal atau mengeluh dalam melayani Raffi Ahmad.
Menurut pria berusia 42 tahun itu, Raffi Ahmad sudah dianggap seperti adiknya sendiri.
"Kenapa saya ngelakuin itu, karena saya nganggap Raffi Ahmad itu bukan kayak bos saya, tapi lebih kayak adik saya," ucap Merry.
"Semuanya dikasih buat kebaikan dia," tambahnya.
Mendengar pengakuan Merry, sang host Rizky pun memuji dedikasi Merry kepada Raffi Ahmad sang bos.
Setelah itu, Rizky pun bertanya perihal titik terendah Merry selama 17 tahun jadi asisten Raffi Ahmad.
Diakui Merry, ia merasakan titik terendah saat Raffi Ahmad mendapat musibah ditangkap BNN tahun 2013.
Ketika kembali mengenang momen tersebut, Merry mengaku selalu menangisinya.
"Titik terendah saya sih pas bos lagi ada musibah. Karena pas waktu itu persis ada di depan saya. Kalau saya ingat itu sedih banget," ujar Merry.
"Saya pasti nangis kalau ngebayangin itu. Ini gak udah tangis-tangisan ya," tambahnya.
Diungkapkan Merry, saat itu dirinya sempat kaget saat tiba-tiba banyak polisi di rumah suami Nagita Slavina.
"Waktu itu, saya pagi-pagi datang ke rumah bos Raffi, tiba-tiba di depan rumah bos sudah banyak banget orang yang berpakaian dari kepolisian.
Mobil berjejer, dipikir ada apa, kirain di hari Minggu itu ada banyak temennya Raffi," ungkap Merry.
Tak disangka, kedatangan Merry ke rumah Raffi Ahmad saat itu ikut dicurigai dan diinterogasi polisi.
Kepada polisi, Merry mengaku dirinya asisten pribadi Raffi Ahmad,
Namun polisi yang tidak percaya, malah membentak Merry dan menyuruhnya duduk diam.
Merry yang saat itu tidak mengerti, langsung lemas saat mendengar pengakuan dari pembantu suami Nagita Slavina.
Bahwa Raffi Ahmad saat itu ditangkap karena diduga konsumsi narkoba.
"Ternyata setelah duduk, pembantu turun. Ternyata Aa diperiksa sama polisi. Saya langsung lemes gak kuat, duduk," ujar Merry.
Yang semakin membuat Merry sedih, adalah ucapan Raffi Ahmad kepadanya sebelum digiring ke kepolisian.
"Bos nepuk pundak saya 'Mer, kamu pulang'," ucap Merry menirukan ucapan suami Nagita Slavina.
"Aku gak mau pulang bos," jawab Merry sambil menangis.
"Dalam hati, aku gak mau pulang, Aku mau ngurusin kamu sampai kapanpun," tambah Merry makin terisak.
Begitu melihat kepergian Raffi Ahmad yang digiring ke tahanan, tangis Merry makin pecah.
Maka dari itu, Merry pun langsung menelpon sahabat Raffi Ahmad dan mengabarkan kondisi bosnya.
Beruntung, banyak teman Raffi Ahmad yang mensupport dan membesuknya.
Diakui Merry, momen tersebut adalah titik terendah dalam hidupnya yang membuat berderai air mata tiap kali mengingatnya
"Setelah bos naik ke mobil, terus saya telpon beberapa teman bos, ngabarin kalau Raffi Ahmad ditangkap BNN.
Terus temannya pada besuk semua," papar Merry.
"Itulah titik terendah saya selama kerja bareng Raffi Ahmad," pungkas Merry.
(Grid.ID/ Tribun-timur.com)