Breaking News:

Korupsi Bansos

Kepala Dinas dan 44 Saksi dari Dinsos Maros dan Provinsi Diperiksa Kejari soal Dugaan Korupsi BPNT

Untuk menetapkan tersangka dalam kasus tersebut, Kejari telah memeriksa Kepala Dinas Sosial Maros, Prayitno, beberapa waktu lalu.

ansar lempe
Kepala Seksi Intelijen Kejari Maros, Galuh Bastoro Aji di kantornya. Kepala Dinas dan 44 saksi dari Dinsos Maros dan Provinsi Sulsel sudah diperiksa Kejari soal dugaan korupsi BPNT. 

TRIBUN-TIMUR.COM - Kejaksaan Negeri (Kejari) Maros sedang mengusut kasus dugaan korupsi Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dari Kementerian Sosial untuk warga Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.

Untuk menetapkan tersangka dalam kasus tersebut, Kejari telah memeriksa Kepala Dinas Sosial Maros, Prayitno, beberapa waktu lalu.

Selain Prayitno, 44 orang dari Dinsos Maros dan Provinsi Sulsel, agen penyalur, pendamping, penyuplai, koordinator daerah (korda) juga telah diperiksa.

"Hingga saat ini, kami sudah periksa 45 orang sebagai saksi. Termasuk Kepala Dinas Sosial Maros," kata Kepala Seksi Intelijen Kejari Maros, Galuh Bastoro Aji, Selasa (9/2/2021).

Kejari Maros sudah membidik calon tersangka dalam kasus yang diduga merugikan negara ratusan juta tersebut. 

Hanya saja Galuh menolak untuk menyampaikan kerugian negara berdasarkan hitungan sementara penyidik.

"Untuk kerugian negara, kami belum bisa sampaikan.  Kami sudah menyurat ke BPKP, (Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan,' katanya.

Hingga saat ini, Kejari Maros masih menunggu hasil hitungan kerugian negara dari BPKP. Kejari Maros terus koordinasi dengan BPKP.

Informasi terakhir dari BPKP, auditor masih melakukan telaah permintaan Kejari.

Rencananya, Kejari juga akan memanggil Keluarga Penerima Manfaat (KPM) untuk diperiksa, sembari menunggu hasil audit BPKP.

Halaman
12
Editor: Ansar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved