Breaking News:

Gempa Sulbar

Relawan Ikatek Unhas dan Tim Medis RHC Berikan Layanan Medis ke Pengungsi di Ulumanda Majene Sulbar

Kali ini Tim Relawan Ikatek Unhas mendapat support dari Tim Medis Royal Health Care atau RHC dalam melakukan pemeriksaan medis.

dok ikatek unhas
Tim Medis Royal Health Care atau RHC melakukan pemeriksaan medis kepada pengungsi pascagempa Sulbar di Posko Tim Relawan Ikatek Unhas di Desa Kabiraan, Kecamatan Ulumanda, Kabupaten Majene, Provinsi Sulawesi Barat, Selasa (26/1/2021). 

TRIBUN-TIMUR.COM - Aktivitas tim relawan dari Tim Reaksi Cepat Ikatan Alumni Teknik Unhas atau Ikatek Unhas berlanjut di hari ke-11 pascagempa Mamuju dan Majene, Sulawesi Barat (Sulbar).

Tim relawan Ikatek Unhas masih dengan Komunitas Bersama Berbagi membuka kegiatan medis untuk melayani pengungsi di 4 dusun di Desa Kabiraan, Kecamatan Ulumanda, Kabupaten Majene, Sulbar, Selasa (26/1/2021).

Baca juga: Tim Ikatek Unhas dan Berbagi Bersama, Bagikan Bantuan di 2 Dusun Terisolir di Desa Kabiraan Majene

Baca juga: Dua Hari Relawan Ikatek Unhas Suplai Logistik di Kantor Camat Ulumanda dan Desa Kabiraan, Majene

Kali ini Tim Relawan Ikatek Unhas mendapat support dari Tim Medis Royal Health Care atau RHC dalam melakukan pemeriksaan medis.

Pada hari ke-11 pascagempa Mamuju dan Majene, Ikatek Unhas melakukan pemeriksaan medis kepada 15 warga pengungsi dari Desa Kabiraan.

Menurut Koordinator Tim Relawan Ikatek Unhas dan Bersama Berbagi Muh Syukri Turusi, pemeriksaan Kesehatan dilakukan dengan tetap mengikuti protokol kesehatan atau Prokes.

Tim Medis Royal Health Care atau RHC melakukan pemeriksaan medis kepada pengungsi pascagempa Sulbar di Posko Tim Relawan Ikatek Unhas di Desa Kabiraan, Kecamatan Ulumanda, Kabupaten Majene, Provinsi Sulawesi Barat, Selasa (26/1/2021).
Tim Medis Royal Health Care atau RHC melakukan pemeriksaan medis kepada pengungsi pascagempa Sulbar di Posko Tim Relawan Ikatek Unhas di Desa Kabiraan, Kecamatan Ulumanda, Kabupaten Majene, Provinsi Sulawesi Barat, Selasa (26/1/2021). (dok ikatek unhas)

"Adapun keluhan yang banyak dirasakan warga yang menjadi pengungsi adalah mengaku letih dan gatal-gatal pasca gempa," kata Syukri.

Salah seorang warga Kabiraan, Pak Ahmad (45) turut hadir membawa istrinya yang baru melahirkan dua hari setelah gempa.

Ahmad meminta dokter untuk melakukan pemeriksaan terhadap istrinya yang melahirkan melalui operasi caesar.

Baca juga: Hari Ketujuh, Relawan Ikatek Unhas Salurkan Logistik di Desa Kabiraan, Majene, Banyak Titik Longsor

Baca juga: Ikatek Unhas Bagi Bantuan ke Warga Pulau Karampuang, Mereka Sangat Butuh Air Bersih dan Tenaga Medis

Pasangan suami-istri ini adalah satu diantara beberapa warga yang selamat dari runtuhnya RS. Mitra Mamuju pasca Gempa 6,2SR.

Ahmad menuturkan saat terjadi gempa, ia bersyukur tidak meluluhlantakkan bangsal pasien tempat ibu-ibu melahirkan.

Tim Medis Royal Health Care atau RHC melakukan pemeriksaan medis kepada pengungsi pascagempa Sulbar di Posko Tim Relawan Ikatek Unhas di Desa Kabiraan, Kecamatan Ulumanda, Kabupaten Majene, Provinsi Sulawesi Barat, Selasa (26/1/2021).
Tim Medis Royal Health Care atau RHC melakukan pemeriksaan medis kepada pengungsi pascagempa Sulbar di Posko Tim Relawan Ikatek Unhas di Desa Kabiraan, Kecamatan Ulumanda, Kabupaten Majene, Provinsi Sulawesi Barat, Selasa (26/1/2021). (dok ikatek unhas)
Halaman
1234
Penulis: Hasan Basri
Editor: Arif Fuddin Usman
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved