Gempa Sulbar
Tim Ikatek Unhas dan Berbagi Bersama, Bagikan Bantuan di 2 Dusun Terisolir di Desa Kabiraan Majene
Pada hari ke-9 pascagempa Sulbar, relawan Ikatek Unhas menyerahkan bantu di dua dusun terisolir di Desa Kabiraan yaitu Dusun Ulumanda dan Dusun Paku
Penulis: Hasan Basri | Editor: Arif Fuddin Usman
TRIBUN-TIMUR.COM, MAJENE - Selama tiga hari terakhir, tim relawan kemanusiaan Ikatan Alumni Teknik (Ikatek) Unhas menetap di Desa Kabiraan, Kecamatan Ulumanda, Kabupaten Majene.
Tim relawan Ikatek Unhas bersama komunitas Berbagi Bersama dan Mapala 09 Teknik Unhas mendistribusi bantuan di Desa Kabiraan, Kecamatan Ulumanda, Kabupaten Majene.
Baca juga: Dua Hari Relawan Ikatek Unhas Suplai Logistik di Kantor Camat Ulumanda dan Desa Kabiraan, Majene
Baca juga: Hari Ketujuh, Relawan Ikatek Unhas Salurkan Logistik di Desa Kabiraan, Majene, Banyak Titik Longsor
Pada hari ke-9 pascagempa Mamuju dan Majene, tim relawan Ikatek Unhas menyerahkan bantu di dua dusun terisolir di Desa Kabiraan yaitu Dusun Ulumanda dan Dusun Paku.
Dua dusun tersebut letaknya cukup jauh dari pusat Desa Kabiraan.
Terdapat sekitar 85 KK di dua dusun tersebut akhirnya tersentuh bantuan.

Pembagian distribusi logistik untuk kedua dusun tersebut dilakukan di Kantor Kecamatan Ulumanda, Kabupaten Majene, Provinsi Sulbar, Sabtu (23/1/2021).
“Dengan semangat kemanusiaan yang terus dikobarkan Tim Relawan Ikatek Unhas dan Relawan Berbagi Bersama terus melakukan upaya tanggap darurat,” kata Koordinator Tim Relawan Ikatek Unhas dan Bersama Berbagi Muh Syukri Turusi.
Tim relawan memutuskan tetap di Kecamatan Ulumanda untuk melakukan mendistribusikan logistik hingga tuntas.
Selain itu, jelas Syukri Turusi, pihaknya juga memiliki program lain yang akan diberikan ke warga hingga fase Tanggap Darurat selesai 29 Januari 2021 mendatang.
Beri Trauma Healing
Ya, tak hanya menyuplai logistik di dapur umum Kantor Camat Ulumanda, Tim Relawan Ikatek Unhas yang dimotori Bersama Berbagi juga akan melakukan kegiatan Trauma Healing.
Saat ini, sebut Syukri, warga di lokasi gempa, terutama anak-anak membutuhkan motivasi dan semangat untuk bisa bangkit setelah gempa 6.2 SR.
"Program trauma healing untuk warga dan anak-anak akan kita mulai secara rutin pada Senin (25/1/2021) mendatang," ujarnya.
Selain itu, tim relawan juga akan mendatangkan genset untuk membackup jaringan listrik yang masih terputus dan gelap gulita di malam hari.
“Kami akan menyuplai genset dan jaringan listrik darurat besok untuk menerangi posko induk dan kegiatan ibadah malam hari,” ungkap Ari selaku Korlap Posko Satelit Desa Kabiraan.