Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Agroeduwisata Batulaya Gelar Dua Rangkaian Pelatihan Penguatan Kapasitas

Pusat kegiatan Agroeduwisata Desa Batulaya kembali menggelar dua rangkaian pelatihan penguatan kapasitas kelembagaan pengelola agroeduwisata.

Tayang:
Editor: Muh Hasim Arfah
Dok Pengelola Agroeduwisata Desa Batulaya
PETIK BUAH- Seorang memetik buah dalam kebun di Desa Batulaya, Tinambung, Polewali Mandar, Sulawesi Barat, beberapa waktu lalu. Pusat kegiatan Agroeduwisata Desa Batulaya kembali menggelar dua rangkaian pelatihan yang melibatkan empat pemateri berkompeten, sebagai bagian dari program penguatan kapasitas kelembagaan pengelola agroeduwisata. 

TRIBUN-TIMUR.COM – Pusat kegiatan Agroeduwisata Desa Batulaya kembali menggelar dua rangkaian pelatihan dengan menghadirkan empat pemateri berkompeten sebagai bagian dari program penguatan kapasitas kelembagaan pengelola agroeduwisata.

Desa Batulaya adalah salah satu desa yang berada di Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Provinsi Sulawesi Barat.

Agroeduwisata merupakan sebuah konsep yang memadukan sektor pertanian dengan wisata berbasis pendidikan.

Melalui pendekatan ini, pengunjung tidak hanya diajak untuk menikmati keindahan alam pedesaan, tetapi juga memperoleh pengalaman langsung dalam proses pertanian, mulai dari menanam, merawat, hingga memanen hasil pertanian.

Konsep ini lahir dari kebutuhan untuk memberikan nilai tambah pada dunia pertanian yang selama ini hanya dipandang sebagai sektor produksi.

Dengan adanya agroeduwisata, pertanian berubah menjadi ruang belajar yang menyenangkan sekaligus destinasi wisata yang bermanfaat.

Baca juga: Kronologi Rektor Unsulbar Prof Abdy dan Prof Oslan Alami Kecelakaan Usai Temui Gubernur Sulbar

Agroeduwisata juga menjadi sarana edukasi bagi siswa, mahasiswa, maupun masyarakat umum tentang pentingnya menjaga lingkungan, mengelola lahan secara berkelanjutan, serta memahami potensi pangan lokal.

Di sisi lain, kegiatan ini mampu mendorong pertumbuhan ekonomi desa dengan membuka lapangan kerja baru dan meningkatkan pendapatan masyarakat.

Lebih dari sekadar wisata, agroeduwisata adalah strategi untuk menguatkan identitas desa, melestarikan kearifan lokal, sekaligus menciptakan sinergi antara pertanian modern dan pariwisata edukatif.

Kegiatan perdana menghadirkan dua materi paralel.

Ilham SPd MP membawakan materi Manajemen dan Pengelolaan Green House dan Hidroponik, sementara materi Strategi Pemasaran Produk Pertanian diberikan secara bersamaan untuk membekali peserta meningkatkan nilai tambah produk pertanian.

Pada kegiatan kedua, Dr Baso Manguntungi MSi menyampaikan materi Manajemen Nutrisi dan Pengendalian Hama dan Penyakit Terpadu untuk Peningkatan Hasil Panen.

Secara paralel, Dr Andi Masniawati MSi membawakan materi Agroeduwisata Desa Batulaya: Sinergi Wisata Edukasi dan Pertanian Modern.

Perancang kegiatan, Muhammad Rizaldi Trias Jaya Putra Nurdin SPd MSi, menjelaskan pelatihan ini didesain untuk memperkuat kelembagaan pengelola Agroeduwisata Batulaya agar lebih profesional dalam mengelola potensi desa.

“Harapan kami, kegiatan ini menjadi fondasi yang kuat untuk meningkatkan kapasitas kelembagaan, sekaligus memperkuat posisi Agroeduwisata Batulaya sebagai pusat pembelajaran dan destinasi wisata berbasis pertanian modern,” ujar Rizaldi.

Kegiatan ini terselenggara berkat hibah dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melalui Skema PKM Pemberdayaan Desa Binaan Tahun Anggaran 2025.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved