Breaking News:

Bilang Taung 351

24 Januari 2021 ini Tanggal Berapa diKalender Bugis Makassar?Penanggalan Masyarakat Sulawesi Selatan

Tanggal 24 Januari 2021 bertepatan dengan Bilang Taung 9 Nagai 351, atau 24 Januari 2021 bertepatan dengan hijriah 11 Jumadil Akhir 1442.

Penulis: AS Kambie | Editor: AS Kambie
dok pribadi
Kalender Bugis Makassar Bilang Taung 

TRIBUN-TUMUR.COM, MAKASSAR – Tanggal 24 Januari 2021 ini adalah akhir pekan ke-4 di 2021.  Silessureng dan saribattang! salamakki tafada salama, Kurrusumangeta maneng. Hari ini kita sudah berada di 9 Nagai 15 Mauwa Banawa 351 B.

Tanggal 24 Januari 2021 bertepatan dengan Bilang Taung 9 Nagai 351, atau 24 Januari 2021 bertepatan dengan hijriah 11 Jumadil Akhir 1442.

Dalam Kalender Bugis Makassar Bilang Taung dikenal tiga siklus dalam sebulan. Ada siklus tujuh hari, siklus 20 hari, dan siklus 30-an hari. Bahasa Bugisnya, Bilang esso (perhitungan tujuh hari), Bilang Duappuloh (siklus 20 hari), dan Bilang Telluppuloh (siklus 30-an hari). Satu tahun disebut pariyama.

Hitungan bulan juga sama. Dalam Kalender Bugis Makassar Bilang Taung  ditetapkan 12 bulan dalam periode satu tahun.

Sistem Penanggalan Masyarakat Sulawesi Selatan ini disusun budayawan Sulsel yang mukim di Singapura, Nor Sidin Ambo Uphex.

Perhitungan dalam Kalender Bugis Makassar ini disusun Lontara Bilang Makassar dan Sureq Bilang Bugis. Nor Sidin Ambo Uphex menetrjemahkan dua naskah lontara tersebut dalam buku Bilang Taung Sistem Penanggalan Masyarakat Sulawesi Selatan Berdasarkan Naskah Lontara. 

Sistem Penanggalan Masyarakat Sulawesi Selatan ini diluncurkan sejak Oktober 2020, pada momen Hari Ulang Ke-351 Sulsel.

Pemerhati Budaya Sulsel, M Sapri Pamulu dalam Webinar Tribun Timur 'Peluncuran Kalender Sulsel dan Buku Bilang Taung', Sabtu (31/10/2020).
Pemerhati Budaya Sulsel, M Sapri Pamulu dalam Webinar Tribun Timur 'Peluncuran Kalender Sulsel dan Buku Bilang Taung', Sabtu (31/10/2020). (TRIBUN-TIMUR.COM/RUDI SALAM)

Editor buku Bilang Taung Sistem Penanggalan Masyarakat Sulawesi Selatan Berdasarkan Naskah Lontara, Muhammad Sapri Andi Pamulu, pariyama Bilang Taung diambil 351 karena menyesuaikan dengan hari Jadi Sulawesi Selatan yang disepakati sejarawan dan budayawan.

“Tapi menurut ahli kalender lokal, kemungkinan diadaptasi dari kalender saka Jawa karena nama-nama bulannya nyaris sama. Studi menunjukkan bahwa kalendar Jawa saka dimulai pada tahun 78 M.  Diduga pengaruh Hindu ketika menjamah Sulsel pada jaman dahulu kala,” jelas Sapri Andi Pamulu.

Alumnus Fakultas Teknik Unhas, Sapri Andi Pamulu tersebut juga inisiator hadirnya Kalender Bugis Makassar dan sistem Sistem Penanggalan Masyarakat Sulawesi Selatan ini. Meski Sapri Andi Pamulu mengakui masih perlu dikaji lebih mendalam.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved