Usai Mensos Tri Rismaharini Blusukan, Hal Buruk Timpa Doni Sekeluarga, Anaknya Malu! Kok Bisa?
Usai Mensos Tri Rismaharini blusukan, hal buruk timpa Doni sekeluarga, anaknya malu! Kok bisa?
Nur Saman mengaku bekerja sebagai pemulung dan bekerja serabutan.
Ia juga terkadang membantu menambal ban di depan warung es kelapa muda.
“Terus di depan tukang kelapa, buka tambal ban juga. Kalau pegawainya enggal ada, saya bantuin tambal. Nanti tambal tiga motor, saya dapat satu motor. Satu motor Rp 15.000. Uangnya makan saja,” tambah Nur Saman mengatakan.
Saat ditanya pernah bertemu Risma, Nur Saman menjawab pernah bertemu tetapi tak ingat pasti.
Saat dikonfirmasi pakaian dan topi yang dikenakan Nur Saman, ia membenarkan.
“Ketemu sih ketemu (Bu Risma), cuma kan saya enggak tahu yang mana orangnya (Bu Risma). Saya enggak kenal,” ujar Nur Saman saat ditemui, Kamis (7/1/2021).
Nur Saman mengaku sempat terkena razia. Ia saat itu sedang memulung di Jalan Jenderal Sudirman bersama teman-temannya.
“Iya. Ketemu ramai-ramai saya enggak tahu. Saya Jalan ke arah Kota Kasablanka mutar ke mari (Jalan Minangkabau). Ketemu (Risma) di sana (Jalan Jenderal Sudirman),” tambah Nur Saman mengatakan.
Nur Saman setiap hari memulung barang-barang seperti kardus dan botol. R
ute Nur Saman saat memulung yaitu Pasar Rumput, Halimun, Sudirman, Kota Kasablanka, Saharjo, dan Minangkabau.
“Saya asli Kabupaten Indramayu. Di Jakarta sejak kelas 2 SD. Istri di Jawa, Indramayu,” kata Nur Saman.
Nur Saman mengaku sehari-hari tidur di trotoar jalan dekat Jalan Minangkabau beralaskan terpal dan kardus.
Jika hujan, Nur Saman pindah ke emperan toko di sekitar Minangkabau.(*)