Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Tahun Baru

Nestapa Penjual Pisang Epe Pantai Losari Makassar di Awal Tahun

Nestapa awal tahun pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Anjungan Pantai Losari, Jumat (1/1/2021).

Penulis: Muslimin Emba | Editor: Suryana Anas
TRIBUN-TIMUR.COM/MUSLIMIN EMBA
Suasana penjual pisang epe dan pedagang kaki lima lainnya di kawasan Anjungan Pantai Losari, Jl Penghibur, Makassar, Jumat (112021) pukul 00.30 Wita. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR -  Nestapa awal tahun pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Anjungan Pantai Losari, Jumat (1/1/2021).

Suka cita atau kegembiraan di malam pergantian tahun, nyaris tak terpancar di wajah para PKL sepanjang Jl Penghibur, Kota Makassar.

Jauh berbeda dengan momen pergantian tahun, sebelumnya.

Wajah para pengais rupiah tampak memelas, saat letupan kembang api menghiasi langit Kota Makassar, tanda 2020 berlalu dan 2021 menyambut.

Kegundahan para PKL itu bukan tampa alasan. Untung yang diharap, malah buntung dirasa.

Mereka tak menyangka, harus merugi di malam pergantian tahun ini.

Hal yang tidak pernah dialami di momen pergantian tahun-tahun sebelumnya.

Sejak sore, para PKL itu menjajakan pisang epe, bakso bakar dan aneka makanan lainnya. Namun, hingga beberapa menit menit memasuki 2012, masih sepi pembeli.

"Dari sore sampai sekarang, biar satu porsi tidak adapi yang laku terjual," kata Nengsi (28) satu dari belasan penjual pisang epe yang ditemui pukul 00.37 Wita atau, setengah jam setelah 2020 beralih.

Sepinya pembeli itu merupakan buntut dari penutupan kawasan Anjungan Pantai Losari.

Tidak tanggung-tanggung, 11 ruas jalan yang mengarah ke lokasi favorit merayakan malam pergantian tahun itu, ditutup.

Tidak hanya itu, petugas gabungan TNI, Polri, Satpol PP dan lainnya juga mensterilkan badan jalan Penghibur dari kehadiran segelintir warga.

Pengunjung hotel yang hendak santai di badan jalan depan anjungan Pantai Losari, diminta kembalikan ke hotel tempat mereka menginap.

Padahal kata Nengsi, sisa warga sekitar dan pengunjung hotel yang diharapkan dapat meramaikan jajakannya.

"Ada tadi yang mau anu (membeli) tapi langsung diusir (petugas)," kata Nengsi.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved