Tahun Baru
Nestapa Penjual Pisang Epe Pantai Losari Makassar di Awal Tahun
Nestapa awal tahun pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Anjungan Pantai Losari, Jumat (1/1/2021).
Penulis: Muslimin Emba | Editor: Suryana Anas
Padahal kata Nengsi, ia dan pedagang lainnya beranjak dari rumah dengan modal yang tidak sedikit.
Itu lantaran, ia mengira kawasan Anjungan Pantai Losari masih akan disesaki warga yang merayakan malam pergantian tahun.
"Sayangku kesini modal banyak kasihan, baru modal dipinjamji. Kalau modal pisang epe itu, Rp 800 ribu," ungkap Nengsi.
Di momen pergantian tahun sebelumnya (2019-2020) kata Nengsi, ia dan PKL lainnya meraup untung banyak.
Bahkan sampai Rp 1 juta, dua bahkan tiga kali lipat dari hari-hari sebelumnya.
"Tahun lalu dapatjiki Rp 300 ribu, Rp 500 ribu, satu juta," bebernya.
Keluh kesah yang sama diungkapkan Dg Suba (50), Tante dari si Nengsi sang penjual epe.
Dg Suba yang sejak sore berjualan bakso bakar juga merasakan hal yang dialami Nengsi.
Ditemani cucunya, wahah Dg Suba tampak memelas. Bakso yang dibakar sudah dingin tak kunjung laris.
"Itu masih banyak baksoku nak eh belum ku bakar, kah ini saja di atas panggangan baru dua tusuk dibeli," ucap Nenek Suba.
Tiga hari sebelum perayaan malam pergantian tahun, Pemkot Makassar dan kepolisian telah gencar mengumumkan penutupan ruas jalan ke kawasan Pantai Losari Makassar.
Penutupan itu beralasan untuk menghindari, kerumunan di tengah pandemi Covid-19.(TRIBUN-TIMUR/MUSLIMIN EMBA)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/suasana-penjual-pisang-epe-dan-pedagang-kaki-lima-lainnya-di-kawasan-anjungan-pantai-losari.jpg)