Penanganan Covid
Update Sebaran Corona 20 Desember: Kian Ganas 6.982 Kasus Baru, Jakarta, Jabar Jatim, Sulsel Tinggi!
Update Sebaran Corona Indonesia 20 Desember hari ini: Kian Ganas 6.982 Kasus Baru, Jakarta, Jabar Jatim, Sulsel Tinggi!
7. Vaksin influenza
Berdasarkan jadwal imunisasi IDAI, vaksin influenza diberikan pada usia lebih dari 6 bulan, diulang setiap tahun.
Untuk imunisasi pertama kali (primary immunization) pada anak usia kurang dari 9 tahun diberi dua kali dengan interval minimal 4 minggu.
Untuk anak 6-36 bulan, dosis 0,25 mL. Untuk anak usia 36 bulan atau lebih, dosis 0,5 mL.
8. Vaksin campak
Vaksin campak kedua (18 bulan) tidak perlu diberikan apabila sudah mendapatkan MMR.
9. Vaksin MMR/MR
Apabila sudah mendapatkan vaksin campak pada usia 9 bulan, maka vaksin MMR/MR diberikan pada usia 15 bulan (minimal interval 6 bulan).
Apabila pada usia 12 bulan belum mendapatkan vaksin campak, maka dapat diberikan vaksin MMR/MR.
10. Vaksin varisela
Vaksin varisela diberikan setelah usia 12 bulan, terbaik pada usia sebelum masuk sekolah dasar. Apabila diberikan pada usia lebih dari 13 tahun, perlu 2 dosis dengan interval minimal 4 minggu.
11. Vaksin human papilloma virus (HPV)
Berdasarkan jadwal imunisasi IDAI, Vaksin HPV diberikan mulai usia 10 tahun. Vaksin HPV bivalen diberikan tiga kali dengan jadwal 0, 1, 6 bulan; vaksin HPV tetravalent dengan jadwal 0,2,6 bulan.
Apabila diberikan pada remaja usia 10-13 tahun, pemberian cukup 2 dosis dengan interval 6-12 bulan; respons antibodi setara dengan 3 dosis.
12. Vaksin Japanese encephalitis (JE)
Vaksin JE diberikan mulai usia 12 bulan pada daerah endemis atau turis yang akan bepergian ke daerah endemis tersebut. Untuk perlindungan jangka panjang dapat diberikan booster 1-2 tahun berikutnya.
13. Vaksin dengue
Diberikan pada usia 9-16 tahun dengan jadwal 0,6, dan 12 bulan.
1. Hepatitis B
Hepatitis B adalah infeksi menular yang menyerang hati (liver) dan dapat berujung pada kanker hati atau sirosis. Vaksin hepatitis B harus didapat segera setelah bayi baru lahir, paling lambat 12 jam setelah kelahiran.
Namun, bayi harus mendapatkan suntikan vitamin K1 dulu 30 menit sebelum divaksin. Setelah jadwal vaksin pertama, imunisasi hepatitis B juga harus diulang dua kali.
Pertama saat bayi telah berumur 1 bulan dan terakhir saat usianya 6 bulan.
2. Vaksin BCG
Vaksin BCG adalah imunisasi untuk mencegah penyakit tuberkulosis (TBC). TBC adalah penyakit menular bahaya yang menyerang saluran pernapasan. Vaksin BCG cukup diberikan 1 kali sebelum bayi berusia 3 bulan.
3. Vaksin Polio
Polio adalah infeksi virus menular yang menyerang sistem saraf pusat di otak. Polio menyebabkan badan pengidapnya lumpuh atau dikenal sebagai penyakit lumpuh layu.
Pada kasus yang lebih parah, polio sampai mengganggu pernapasan dan proses menelan.
Bayi perlu mendapatkan vaksin polio sebelum berusia genap 1 tahun. Vaksin polio terdiri dari 4 rangkaian.
Vaksin pertama diberikan segera setelah baru lahir, kedua pada usia 2 bulan, 4 bulan, dan terakhir saat menginjak 6 bulan.
4. Vaksin Campak
Campak (rubeola) adalah infeksi menular yang kerap terjadi pada usia anak-anak. Penyakit ini menyerang saluran pernapasan dan kemudian menginfeksi seluruh tubuh.
Nah, imunisasi dapat membantu menurunkan risiko anak tertular penyakit ini.
Vaksin ini diberikan untuk mencegah penyakit campak berat yang dapat menyebabkan pneumonia (radang paru), diare, dan bisa menyerang otak.
Vaksin campak diberikan sebanyak 2 kali, yaitu pada saat anak berusia 9 bulan dan 24 bulan. Namun, vaksin campak kedua pada usia 24 bulan tidak perlu lagi diberikan jika anak sudah mendapatkan vaksin MMR pada usia 15 bulan.
5. Vaksin Pentavalen (DPT-HB-HiB)
Vaksin pentavalen merupakan vaksin kombinasi dari vaksin DPT, vaksin HB, dan vaksin HiB (haemophilus influenza tipe B).
Vaksin ini diberikan untuk mencegah 6 penyakit sekaligus, yaitu difteri, pertusis (batuk rejan), tetanus, hepatitis B, pneumonia, dan meningitis (radang otak).
Jadwal pemberian vaksin ini sebanyak 4 kali, yaitu pada usia 2 bulan, 3 bulan, 4 bulan, dan 18 bulan