Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Dua TKA PT Huadi Bantaeng Tewas, Pihak Perusahaan Terancam 3 Bulan Penjara

Atas peristiwa yang terjadi kedua kalinya itu, diturunkan spesialis pasawat angkat dan angkut bersama perusahaan jasa Kesehatan

Penulis: Achmad Nasution | Editor: Imam Wahyudi
TRIBUN TIMUR/ACHMAD NASUTION
PT Huadi Nickel Alloy, pabrik smelter yang berlokasi di Kecamatan Pajukukang, Kabupaten Bantaeng. 

Diketahui, di Kabupaten Bantaeng, kecelakaan kerja sudah terjadi sebanyak dua kali yang mengakibatkan 3 pekerja PT Huadi tewas.

Kecelakaan pertama terjadi pada Minggu, (27/9/2020) lalu dialami oleh seorang Mahasiswa training Aidul (19) dari Akademi Komunitas Industri Manufaktur (AKOM) Bantaeng.

Kronologi kejadian, saat itu Aidul terlempar karena terdorong besi ketika membantu memperbaiki posisi besi yang diangkat dengan crane dan diikat menggunakan tali Sling.

Akibat hantaman besi yang diangkat menggunakan crane sehingga mengalami luka pada bagian dada dan tewas ketika perjalanan ke RSUD Anwar Makkatutu Bantaeng.

Dari hasil investigasi yang dilakukan Pengawas Ketenagakerjaan Disnakertrans Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) Unit Pelaksana Teknis (UPT) Wilayah IV, Andi Sukri, menemukan adanya pelanggaran K3.

"Masih ada beberapa peralatan kerja tertentu yg belum dilakukan pemeriksaan dan pengujian kelayakan pakai secara berkala," kata Andi Sukri kepada TribunBantaeng.com, Senin, (19/10/2020).

Selain itu, beberapa operator peralatan berat tertentu belum memiliki sertifikasi dan lisensi K3.

Atas pelanggaran yang dilakukan, Pengawas Ketenagakerjaan mengeluarkan nota pemeriksaan.

Dan belum sempat memenuhi seluruh aspek K3 sesuai nota pemeriksaan kembali lagi terjadi kecelakaan yang mengakibatkan 2 TKA asal Tiongkok tewas.

Peristiwa kedua yang menewaskan  dua TKA terjadi ketika menunggu besi yang diangkat menggunakan alat crane di ketinggian 25 meter.

Setelah besi itu sama tinggi dengan kedua TKA yang menunggu di atas, mereka menaiki besi karena ingin berpindah tempat ke atas sekitar 3 meter dari tempatnya.

Namun, ketika besi bergerak ke atas, tali sling yang terpasang di alat crane untuk digunakan mengikat besi itu tiba-tiba putus.

Sehingga, kedua TKA terjatuh bersamaan dengan besi yang diangkat, kemudian tewas.

"Olehnya itu kami mendalami tali sling apakah sesuai standar atau tidak," Jelas Andi Sukri.

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved