Breaking News:

Tribuners Memilih

Kasus Rekaman Suara DP, Direktur MDI: Undecided Voters 10-16 Persen Sulit Beralih ke Danny

Kasus rekaman suara Danny Pomanto yang menuding Jusuf Kalla bisa mengontrol dan mengintervensi KPK, bisa berdampak pada elektoral

Penulis: Alfian | Editor: Suryana Anas
Dok Pribadi
Direktur Mitra Demokrasi Indonesia (MDI), Andi Taufiq Aris (ATA) Artikel ini telah tayang di tribun-timur.com dengan judul Jelang Pencoblosan, Marak Tuduhan Paslon Main Curang, Direktur MDI: DP Kelihatan Panik, https://makassar.tribunnews.com/2020/11/30/jelang-pencoblosan-marak-tuduhan-paslon-main-curang-direktur-mdi-dp-kelihatan-panik. Penulis: Alfian Editor: Suryana Anas 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR- Kasus rekaman suara Danny Pomanto yang menuding Jusuf Kalla bisa mengontrol dan mengintervensi KPK, bisa berdampak pada elektoral calon wali kota Makassar nomor urut 1 itu.

Apalagi viralnya potongan pembicaraan Danny di media sosial ini berada pada masa-masa krusial jelang pencoblosan, 9 Desember 2020 mendatang.

Direktur Mitra Demokrasi Indonesia (MDI), Andi Taufiq Aris, menerangkan kejadian ini membuat warga Makassar yang belum menentukan pilihan atau Undecided Voters akan mencampakan Danny.

Begitupun dengan para pendukungnya, sebagian diantaranya menurut prediksi ATA akronim nama Andi Taufik akan beralih ke Paslon lain.

Ini dikarenakan lanjut ATA lantaran Jusuf Kalla adalah panutan dan dianggap sebagai orangtua yang sangat dihormati masyarakat Sulsel termasuk Makassar.

“Di momen Pilwali ini, meskipun Bapak JK dikaitkan dengan paslon Appi-Rahman dan pendukungnya, pendukung paslon lainnya yang notabene masyarakat Sulsel juga tentu prihatin dan kecewa dengan ucapan DP,” ucap ATA, Senin (7/12/2020).

Menurutnya, pendukung paslon siapapun di Pilwali Makassar, apalagi dia orang Bugis-Makassar, pasti memiliki perasaan kecewa jika orangtua yang jadi panutan dan teladandi daerahnya difitnah oleh orang lain.

“Yang disayangkan lagi, wacana fitnah ini dilontarkan dari mulut seorang calon wali kota Danny Pomanto. Semoga pak DP mendapat pencerahan agar tak seenaknya bicara,” papar ATA.

Jelang hari pencoblosan pada 9 Desember 2020, ATA melansir bahwa swing voters dan undecided voters  saat ini 10 persen hingga 16 persen.

“Angka suara mengambang akan sulit beralih ke DP karena isu fitnah JK,  dan musyrik yang lagi rame diberitakan juga dibicarakan warga makassar,” tutupnya.

Sebelumnya rekaman berdurasi 1 menit 58 detik, suara Danny Pomanto yang beredar di lini masa menghentak perhatian publik, Sabtu (5/12/2020) pagi.

Dari rekaman itu, suara percakapan Danny Pomanto menyinggung sejumlah tokoh-tokoh besar di negeri ini. 

Sebut saja Wakil Presiden ke 10 dan 12 RI Jusuf Kalla (JK), Presiden Joko Widodo, Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Mantan Menteri KKP Edhy Prabowo, penyidik senior KPK Novel Baswedan hingga pentolan FPI Habib Rizieq Shihab (HRS).

Percakapan itu awalnya menyinggung peristiwa tangkap tangan Menteri KKP Edhy Prabowo di Bandara Soekarno Hatta Jakarta, oleh KPK yang dikomandoi Novel Baswedan. 

Setelahnya, suara Danny Pomanto itu menyimpulkan bahwa penangkapan yang dipimpin Novel Baswedan itu erat kaitannya dengan JK dan Anies Baswedan.(*)

Laporan Wartawan Tribun Timur, Alfian
 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved