Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Benarkah Tempe Kedelai Kuning Lebih Baik dari Tempe Kedelai Putih? Ini Penjelasan Ahli

Benarkah Tempe Kedelai Kuning Lebih Baik dari Tempe Kedelai Putih? Ini Penjelasan Ahli

Editor: Hasriyani Latif
Sajian Sedap
Penyet Tempe Sambal Terasi 

TRIBUN-TIMUR.COM - Anda penggemar tempe?

Tempe merupakan salah satu makanan favorit banyak orang.

Di meja makan, tak lengkap rasanya jika tak ada sajian tempe. Minimal tempe goreng.

Sebagai salah satu makanan sumber protein dengan harga yang murah, tempe bisa diolah menjadi beragam sajian menu yang nikmat,

Bicara soal tempe, baru-baru ini unggahan di Facebook viral di media sosial menyebutkan tempe berwarna kuning lebih baik dibandingkan tempe dengan kedelai berwarna putih.

Unggahan di Facebook viral di media sosial menyebutkan tempe berwarna kuning lebih baik dibandingkan tempe dengan kedelai berwarna putih.
Unggahan di Facebook viral di media sosial menyebutkan tempe berwarna kuning lebih baik dibandingkan tempe dengan kedelai berwarna putih. (YouTube)

Menurut informasi viral itu, tempe dengan kedelai berwarna putih merupakan kedelai GMO (Genetically Modified Organism) atau transgenik.

Kandungannya dianggap dapat menimbulkan penyakit tertentu. Unggahan tersebut disertai foto tempe dengan kedelai kuning dan putih.

Benarkah informasi tersebut?

Tanggapan ahli

Peneliti Kedelai Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Gadjah Mada (UGM) Atris Suyantohadi mengatakan, di Indonesia memang terdapat kedelai lokal dan kedelai impor.

"Kedelai lokal Indonesia yang ditanam petani itu rata-rata kedelai yang berwarna kuning. Tapi ada juga kedelai hitam yang sering dipakai untuk kecap," kata Atris saat dihubungi Kompas.com, Kamis (5/12/2019).

Atris menjelaskan, produksi tempe di Indonesia juga menggunakan kedelai lokal dan impor.

Baca juga: Sebelum Ditemukan Tewas, MA Ditelpon Seorang Perempuan pada Tengah Malam, MA Lalu Pergi Tak Kembali

Baca juga: Vaksin Covid-19 Belum Ada, Yuk Jaga Imun Tubuh dengan Pola Hidup Sehat dan Bersih!

Menurut dia, kedelai lokal juga tidak selalu berwarna kuning setelah diproses menjadi tempe.

"Kalau menggunakan kedelai lokal, kedelai varietas kuning diolah menjadi tempe bisa jadi warnanya hampir sama. Tapi, tidak terus menunjukkan kedelai lokal warnanya kuning, kedelai impor warnanya putih. Tidak," ujar Atris.

Uji laboratorium, lanjut Atris, menunjukkan bahwa kedelai lokal tidak mengalami modifikasi rekayasa genetik.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved