Breaking News:

Netralitas ASN

Diduga Langgar Netralitas, Bawaslu Bulukumba Rekomendasikan Camat Ujung Bulu ke KASN

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Bulukumba, merekomendasikan Camat Ujung Bulu, Andi Ashadi Oentoeng ke Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN).

ist
Foto oknum camat yang memeragakan simbol salah satu pasangan calon (Paslon)di Pilkada Bulukumba 2020 beredar di dunia maya. 

TRIBUNBULUKUMBA.COM, UJUNG BULU - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Bulukumba, merekomendasikan Camat Ujung Bulu, Andi Ashadi Oentoeng ke Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN).

Andi Gatot, sapaannya, diduga melanggar netralitas ASN, sesuai PP 42 tahun 2004 dan PP 53 tahun 2010.

Hal tersebut disampaikan oleh Anggota Bawaslu Bulukumba Divisi Hukum, Penanganan dan Penyelesaian Sengketa, Bakri Abu Bakar, Rabu (4/11/2020).

Bakri membeberkan, Bawaslu sudah meminta keterangan kepada beberapa pihak terkait dugaan pelanggaran pemilihan yang diduga dilakukan oleh oknum ASN Camat tersebut.

Pihaknya telah mengundang untuk dilakukan klarifikasi terhadap pelapor, saksi dan terlapor.

"Hasil pembahasan ke II Gakkumdu yang terdiri kepolisian, kejaksaan dan Bawaslu tidak memenuhi unsur tindak pidana pemilihan, namun diduga melanggar peraturan hukum lainnya yakni dugaan pelanggaran netralitas ASN, sesuai PP 42 tahun 2004 dan PP 53 tahun 2010 sehingga kita rekomendasikan ke KASN," jelasnya.

Sekadar diketahui, sebelumnya, foto oknum camat yang memeragakan simbol salah satu pasangan calon (Paslon) di Pilkada Bulukumba 2020, beredar di dunia maya.

Simbol yang diperagakan oleh Andi Gatot, mirip seperti simbol pasangan calon nomor urut 3 (tiga) Tomy Satria Yulianto dan Andi Makkasau.

Menindaklanjuti hal tersebut, foto itu kemudian dilaporkan oleh masyarakat yang mengatasnamakan Forderak, terkait dugaan pelanggaran pemilihan.

Sebelumnya, Andi Gatot menjelaskan bahwa foto tersebut diambil di acara sunatan salah satu warga.

"Iye, kejadian waktu acara sunatan disalah satu rumah warga beberapa waktu lalu," katanya.

Menurut Andi Gatot, simbol tersebut bukan berarti dirinya mendukung atau mengampanyekan salah satu satu paslon.

"Simbol tersebut adalah adalah simbol "zero kumuh" yang selama ini dikerjakan bersama orang-orang Kotaku. Sampai sekarang saya belum bisa memilih karena diantara empat kandidat, tiga calon merupakan keluarga dekat saya," jelasnya.(*)

Laporan Wartawan Tribun Timur, Firki Arisandi

Penulis: Firki Arisandi
Editor: Hasriyani Latif
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved