Tepat 367 Hari Tak Jadi Menteri Pertanian, Jokowi: Apa Kabar Pak Amran
Tepat di momen setahun ini, Presiden Joko Widodo (59) bertemu salah satu bekas pembantunya pada Kabinet Kerja I (2014-2019), Andi Amran Sulaiman (53).
Penulis: Saldy Irawan | Editor: Hasriyani Latif
Di era kepemimpinan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman telah dikeluarkan kebijakan untuk mengoptimalkan produksi gula dengan membangun 10 pabrik gula.
Salah satunya adalah pabrik gula JBM Bombana ini.
Pabrik gula lain yakni PT Laju Perdana Indah, PT Sukses Mantap Sejahtera, PT Gendhis Multi Manis, PT Kebun Tebu Mas, PT Industri Gula Glenmore, PT Adhi Karya Gemilang dan PT Rejoso Manis Indo.
PT Pratama Nusantara Sakti dan PT Jhonlin Batu Mandiri serta untuk PT Muria Sumba Manis akan mulai beroperasi pada Desember 2020.
Di masa Amran, sudah mulai terwujud kedaulatan pangan sekaligus mengangkat harkat dan martabat kesejahteraan petani Indonesia.
Hasil kerja keras tersebut perlahan mulai menampakkan hasilnya. Bahkan tak urung, Presiden Jokowi memberi ‘acungan jempol’ terhadap kinerja tersebut.
Secara sistemik Kementan telah menyusun roadmap pembangunan pertanian komoditas jangka panjang.
Pada dokumen tersebut disebutkan secara jelas pada 2017 tidak ada impor beras, jagung, cabai dan bawang merah, 2019 tidak impor gula konsumsi, 2025 tidak impor gula industri, 2027 tidak impor daging sapi dan bahkan pada 2045 ditargetkan menjadi lumbung pangan dunia.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/presiden-joko-widodo-59-bersama-andi-amran-sulaiman-53-saat-meninjau-kebun-tebu.jpg)