Tepat 367 Hari Tak Jadi Menteri Pertanian, Jokowi: Apa Kabar Pak Amran
Tepat di momen setahun ini, Presiden Joko Widodo (59) bertemu salah satu bekas pembantunya pada Kabinet Kerja I (2014-2019), Andi Amran Sulaiman (53).
Penulis: Saldy Irawan | Editor: Hasriyani Latif
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Hari Ini Kamis (22/10/2020), tepat 367 hari Kabinet Kerja II Jokowi-Ma'ruf bekerja.
Tepat di momen setahun ini, Presiden Joko Widodo (59) bertemu salah satu bekas pembantunya pada Kabinet Kerja I (2014-2019), Andi Amran Sulaiman (53).
"Tadi saat tinjau kebun tebu di Bombana, Presiden tanya apa kabar Pak Amran," ujar Amran kepada tribun-timur.com.
Amran menyebut inilah pertemuan langsung pertamanya dengan presiden, setelah setahun dia resmi tak menjabat jadi menteri pertanian, 20 Oktober 2019 lalu.
Amran adalah menteri pertanian ke-27 Indonesia. Tanggal 23 Oktober 2019 lalu, jabatan Amran digantikan sekampung sekaligus sealmamaternya dari Unhas, Syahrul Yasin Limpo (65).
Amran insinyur pertanian, sedangkan Syahrul sarjana hukum yang dua periode jadi gubernur Sulsel.
Amran tak bercerita detail soal pertemuan dengan mantan atasannya itu.
"Pokoknya beliau terlihat senang, senyum terus sepanjang di Pabrik Gula Bombana," ujar Amran.
Jokowi berada di kawasan pabrik gula yang dioperasikan PT Prima Alam Gemilang (PAG).
PT PAG adalah anak perusahaan PT Jhonlin Batu Mandiri (Jhonlin Group).
Jhonlin berkantor pusat di Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, yang dirintis oleh Haji Andi Syamsuddin Arsyad, atau populer dengan Haji Isyam.
Amran menjabat komisaris di PT PAG, pabrik gula modern yang diklaim terbesar di Asia Tenggara.
Sejak tak jadi menteri Amran kembali mengurus Tiran Group, kelompok usaha dengan sekitar 30 anak usaha.
"Kita jadi pengusaha lagi, dulu kan 5 tahun dapat amanah bantu presiden," ujarnya.
Amran sendiri mengaku sangat bersyukur bisa bertemu dengan presiden di Sulawesi Tenggara.
Dia menyebutkan, saat ibunda Jokowi meninggal dunia 25 Maret 2020 lalu, dia sempat melayat ke Solo.
Namun karena dia tiba dinihari, dia tak sempat menyampaikan belasungkawa langsung ke Jokowi. “Saat saya melayat, Pak Presiden sudah tidur.” ujar Amran,
Dari sekuel foto dan video yang diterima Tribun, Amran terlihat sempat berjalan berdua dengan Jokowi.
Presiden berada di kawasan pabrik itu sekitar 20 menit.
Bersama rombongan terbatas, Kepala Negara lepas landas menuju Kabupaten Konawe Selatan dengan menggunakan Pesawat Kepresidenan Indonesia-1 dari Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma pukul 07.00 WIB, Kamis (22/10).
Setibanya di Pangkalan TNI AU Haluoleo, Kendari, pada pukul 10.38 Wita, Presiden langsung disambut Gubernur Sultra Ali Mazi dan melanjutkan perjalanan menuju Kabupaten Bombana, sekitar 160 km dari ibukota provinsi, dengan helikopter Super Puma TNI AU.
Dari Bombana, Jokowi kembali ke Kendari untuk meresmikan Jembatan Teluk Kendari.
Di Bombana, presiden Jokowi meninjau lokasi panen tebu sekaligus meresmikan pabrik gula di kabupaten tersebut yang merupakan salah satu pabrik gula dengan jumlah produksi terbesar di Indonesia.
Presiden disambut Dr Andi Amran Sulaiman, mantan menteri pertanian di era pertama pemerintahan Jokowi.
Direktur Utama PT JBM M Arief menyebut pabrik gula berteknologi mutakhir ini berkapasitas produksi terpasang 12.000 TCD dimiliki pengusaha pribumi.
“Iya betul, ini menjadi salah satu kebanggaan karena kami merupakan pabrik gula pertama milik asli pribumi dengan kapasitas 12.000 TCD,” ujar Arief.
Menurut Arief, saat ini pabrik gula ini sudah menggunakan teknologi canggih yang didukung outomatisasi sehingga mampu menghasilkan produk dengan Incumsa di bawah 100 UI dan total Losis di bawah 1.8 pol gula.
“Dengan kapasitas produksi sebesar itu, kami berkomitmen akan bisa memenuhi kouta gula Indonesia bagian timur dengan harga di bawah HET sehingga masyarakat mampu menikmati harga gula yang wajar,” ujarnya.
Di samping itu, imbuh Arief, keberadaan JBM juga mampu mengangkat harkat dan kesejahteraan warga serta menciptakan lapangan kerja di tengah ancaman resesi ekonomi dan banyaknya PHK.
“Di tengah ancaman resesi ekonomi dan banyaknya PHK, JBM justru mampu terus memberi sumbangsih bagi ekonomi Indonesia dan mampu mempekerjakan warga lokal”, pungkasnya.
Seperti diketahui, Jokowi memang telah mencanangkan perlunya swasembada pangan, baik itu gula, beras dan lain-lain.
Di era kepemimpinan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman telah dikeluarkan kebijakan untuk mengoptimalkan produksi gula dengan membangun 10 pabrik gula.
Salah satunya adalah pabrik gula JBM Bombana ini.
Pabrik gula lain yakni PT Laju Perdana Indah, PT Sukses Mantap Sejahtera, PT Gendhis Multi Manis, PT Kebun Tebu Mas, PT Industri Gula Glenmore, PT Adhi Karya Gemilang dan PT Rejoso Manis Indo.
PT Pratama Nusantara Sakti dan PT Jhonlin Batu Mandiri serta untuk PT Muria Sumba Manis akan mulai beroperasi pada Desember 2020.
Di masa Amran, sudah mulai terwujud kedaulatan pangan sekaligus mengangkat harkat dan martabat kesejahteraan petani Indonesia.
Hasil kerja keras tersebut perlahan mulai menampakkan hasilnya. Bahkan tak urung, Presiden Jokowi memberi ‘acungan jempol’ terhadap kinerja tersebut.
Secara sistemik Kementan telah menyusun roadmap pembangunan pertanian komoditas jangka panjang.
Pada dokumen tersebut disebutkan secara jelas pada 2017 tidak ada impor beras, jagung, cabai dan bawang merah, 2019 tidak impor gula konsumsi, 2025 tidak impor gula industri, 2027 tidak impor daging sapi dan bahkan pada 2045 ditargetkan menjadi lumbung pangan dunia.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/presiden-joko-widodo-59-bersama-andi-amran-sulaiman-53-saat-meninjau-kebun-tebu.jpg)