Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Hari Penglihatan Dunia, Klinik Orbita Bakal Gelar Operasi Katarak Gratis

dr Zulkarnain Abubakar,MARS mengatakan Hari Penglihatan Sedunia diperingati dalam upaya menekan angka kebutaan atau katarak.

Penulis: Desi Triana Aswan | Editor: Anita Kusuma Wardana
istimewa
Kunjungan manajemen Klinik Orbita menyambangi redaksi Tribun Timur, Jl Cendrawasih, Makassar, Senin (19/10/2020). 

TRIBUNTIMURWIKI.COM- Setiap tahunnya di setiap negara akan memperingati World Sight Day (WSD) atau Hari Penglihatan Sedunia.

Hari tersebut diketahui jatuh pada Kamis kedua di bulan Oktober.

Atas momen tersebut, Klinik Orbita yang berada di Jalan AP Pettarani Makassar turut serta memperingati Hari Penglihatan Sedunia.

Manager Communication & Development, dr Zulkarnain Abubakar,MARS mengatakan Hari Penglihatan Sedunia diperingati dalam upaya menekan angka kebutaan atau katarak.

"Untuk itu, kami akan menggelar operasi katarak gratis," tuturnya saat menyambangi redaksi Tribun Timur, Jl Cendrawasih, Makassar, Senin (19/10/2020).

Kegiatan bakti sosial tersebut merupakan upaya Klinik Orbita untuk turut mencapai tujuan dari Hari Penglihatan Sedunia yakni meningkatkan kesadaran terhadap kebutaan ataupun penyakit katarak.

Tepat pada Minggu, 25 Oktober 2020 kegiatan tersebut akan berlangsung dengan melibatkan 20 hingga 25 peserta.

"Harusnya 50 orang hanya karena pandemi jadi kami batasi menjadi 25 orang saja," tuturnya.

Menurut, dr Zulkarnain meski tak merayakan acara besar-besaran seperti tahun sebelumnya namun tujuan untuk bisa berdampak bagi masyarakat bisa terealisasi.

"Kalau tahun-tahun sebelumnya kita buat besar-besaran beda dengan tahun ini, yang terpenting ada benefitnya untuk masyarakat," jelasnya.

Untuk diketahui, pendaftaran untuk operasi katarak gratis ini sudah mulai dibuka.

Sebelum melakukan operasi katarak, para calon pasien akan discreaning terlebih dahulu.

Tak hanya itu saja, sang calon pasien harus melakukan pemeriksaan darah dan foto toraks.

Ini dilakukan untuk melihat kondisi pasien apakah terindikasi gejala covid-19 atau tidak.

"Jadi tidak rapid test lagi, lebih akurat langsung pemeriksaan darah dan foto toraks ini demi keamanan buat dokter dan pasien," tuturnya.

Jika teridentifikasi pada gejala covid-19, pasien akan segera di swab.(*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved