Breaking News:

Update Corona Wajo

Terciduk Tak Pakai Masker, Warga Wajo Disuruh Pungut Sampah Hingga Hafal Pancasila

Aparat gabungan dari Polres Wajo, Kodim 1406, dan Satpol PP Kabupaten Wajo melakukan razia masker di sejumlah titik

TRIBUN-TIMUR.COM/HARDIANSYAH ABDI GUNAWAN
Razia masker yang dilakukan aparat gabungan di Kabupaten Wajo, Senin (14/9/2020) malam. 

TRIBUNWAJO.COM, SENGKANG - Aparat gabungan dari Polres Wajo, Kodim 1406, dan Satpol PP Kabupaten Wajo melakukan razia masker di sejumlah titik di dalam kota Sengkang, Kabupaten Wajo, Senin (14/9/2020) malam.

Setidaknya, ada 66 orang yang terciduk beraktivitas di luar rumah tanpa menggunakan masker.

Operasi yustisia penerapan disiplin dan penegakan hukum protokol kesehatan itu lebih menekankan kepada bentuk sosialisasi penggunaan masker.

Mereka yang melanggar, diberi teguran lisan dan membuat surat pernyataan serta sanksi sosial berupa memungut sampah, menghafal Pancasila, serta mengaji.

"Kita melakukan penindakan kepada warga yang kedapatan tidak menggunakan masker berupa teguran lisan, penandatangan surat pernyataan dan sanksi sosial, seperti memungut sampah dan menghafal pancasila," kata Kasubag Humas Polres Wajo, Ipda Ami Suandi.

Razia masker sembari sosialisasi tak cuma dilakukan di jalan raya, tetapi juga di tempat-tempat keramaian seperti rumah makan, rumah bernyanyi, warkop maupun cafe.

Diketahui, Kabupaten Wajo telah menerapkan Perbup nomor 78 tahun 2020 tentang penerapan disiplin dan penegakan hukum protokol kesehatan sebagai upaya pencegahan dan pengendalian corona virus disease 2019.

Masyarakat Kabupaten Wajo diharapkan menerapkan 4M, yakni 1.) menggunakan alat pelindung diri berupa masker yang menutupi hidung dan mulut hingga dagu, jika harus keluar rumah atau berinteraksi dengan orang lain, 2.) mencuci tangan secara teratur menggunakan sabun dengan air mengalir atau cairan pembersih tangan, 3.) menjaga jarak, 4.) menghindari kerumunan.

Bagi yang melanggar, tentu ada sanksi yang menanti. Bagi perorangan, kerja sosial selama 1 jam atau denda administratif sebesar Rp 50.000 per pelanggaran. Pelaku usaha, teguran lisan, bahkan jika tak diindahkan dalam 3 hari, akan dikenakan denda Rp 100.000 sampai Rp 500.000.

Sementara, Juru Bicara Tim Satgas Covid-19 Kabupaten Wajo, Supardi menyebutkan, sanksi administratif berupa denda belum diterapkan lantaran tim paten untuk penegakan belum dibuatkan surat keputusan oleh Bupati Wajo.

"Saat ini kita masih sebatas sosialisasi, kalau sudah ada SK pembentukan tim penindakan, maka sudah akan diberlakukan sanksi sebagaimana yang tertuang dalam Perbup," katanya.

Olehnya, dirinya pun meminta kepada masyarakat agar senantiasa disiplin menerapkan protokol kesehatan guna mencegah penularan virus di Bumi Lamaddukelleng.

"Masyarakat diimbau untuk tetap mematuhi protokol kesehatan dalam menjalankan segala aktivitasnya, baik aktivitas ekonomi, sosial maupun keagamaan, jangan lupa memakai masker dengan benar, mencuci tangan pakai sabun, dan sedapat mungkin menghindari kerumunan,” katanya.

Penulis: Hardiansyah Abdi Gunawan
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved