Breaking News:

Tribun Pasangkayu

Korupsi Pengadaan BIbit Sawit, Mantan Kadisbun Pasangkayu Ditahan

Penahanan tersebut terkait dugaan tindak pidana korupsi pengadaan bibit unggul kelapa sawit pada Dinas Perkebunan Dinas Perkebunan Provinsi Sulbar TA

Ist
Reskrim Polres Pasangkayu rilis pengungkapan kasus korupsi pengadaan bibit sawit unggul yang melibatkan mantan Kadis Perkebunan Kabupaten Pasangkayu 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAMUJU -- Unit Tipikor Sat Reskrim Polres Pasangkayu, menahan mantan Kadis Perkebunan (Kadisbun) Kabupaten Pasangkayu inisial SP.

Penahanan tersebut terkait dugaan tindak pidana korupsi pengadaan bibit unggul kelapa sawit pada Dinas Perkebunan Dinas Perkebunan Provinsi Sulbar TA 2013.

Wakapolres Pasangkayu, Kompol Ade Chandra menjelaskan, Tahun 2013 Dinas Perkebunan Provinsi Sulbar melaksanakan pengadaan bibit kelapa sawit kegiatan bibit unggul dengan anggaran Rp 2.2 miliar, yang bersumber dari APBD perubahan Dinas Perkebunan Provinsi Sulbar.

"Pada tahap pelaksanaan pekerjaan tersebut, tidak dilaksanakan sesuai juknis dan penyaluran bibit kelapa sawit tidak sesuai kontrak," ujar Ade, Sabtu (12/9/2020).

Seharusnya penyaluran 44.720 batang kepada penerima, namun hanya direalisasikan sebanyak 17.890 batang kepada kelompok tani untuk Kabupaten Pasangkayu.

Sementara Kasat Reskrim Polres Pasangkayu, AKP Pandu Arief Setiawan mengatakan, tersangka SP melakukan perbuatan menyalahgunakan wewenang mulai dari proses penentuan pemenang lelang.

Proses pencairan yang tidak sesuai mekanisme dan tidak melakukan pengawasan ketika kegiatan pengadaan dilaksanakan.

Tak hanya mantan Kadis Perkebunan, polisi juga menahan empat tersangka lainnya yakni HS (48), HM (43), AP (55) dan MI (40 th).

"Kelima tersangka secara bersama-sama sesuai peran masing-masing melakukan perbuatan melawan hukum mulai tahap perencanaan, penentuan pemenang lelang, pencairan dana, pelaksanaan pengadaan, sampai tahap pengawasan yang tidak dilaksanakan,"ucapnya.

Akibat perbuatan para tersangka, kata dia, negara dirugikan sebesar Rp 912 juta sesuai hasil audit perhitungan kerugian negara BPKP Perwakilan Sulbar

Adapun barang bukti yang disita adalah uang sebesar Rp 40 juta, beberapa dokumen, surat kuasa, buku tabungan milik tersangka, Rekening koran dan SK pejabat yang terkait kegiatan.

Untuk Kelima tersangka dijerat ancaman penjara seumur hidup atau paling singkat 4 tahun, dan paling lama 20 tahun dan denda paling sedikit Rp 200 juta dan paling banyak Rp 1 miliar,"tuturnya.(tribun- timur.com).

Penulis: Nurhadi
Editor: Sudirman
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved