Tribun Bantaeng

Sidang Kasus Pembunuhan Adik Kandung di Bantaeng, Jaksa Hadirkan 3 Keluarga Jadi Saksi

Dalam sidang kasus tersebut, jaksa menghadirkan 3 orang saksi yang merupakan keluarga dari terdakwa RDB dan SBD

Penulis: Achmad Nasution | Editor: Sudirman
Ist
Jaksa Penuntut Umum (JPU), Budiman Abdul Karib 

TRIBUNBANTAENG.COM, BANTAENG - Sidang kedua kasus pembunuhan adik kandung  berlangsung di Pengadilan Negeri (PN) Bantaeng, Selasa, (1/9/2020).

Dalam sidang kasus tersebut, jaksa menghadirkan 3 orang saksi yang merupakan keluarga dari terdakwa RDB dan SBD.

Jaksa Penuntut Umum (JPU), Budiman Abdul Karib mengatakan, ketiga saksi yang dihadirkan yakni, Darwis, Anisi dan Astuti.

"Sidang kemarin ada 3 saksi, Darwis (Ayah), Anisi (Ibu) dan Astuti (adik)," kata Budiman kepada TribunBantaeng.com, Rabu, (2/8/2020).

Menurutnya, dari keterangan Astuti, mereka menyaksikan dan mengakui terjadinya pembunuhan terhadap Ros, yang dilakukan oleh terdakwa RDB.

Cara RDB untuk membunuh Ros yang merupakan adiknya sendiri dilakukan dengan menggorok lehernya.

Hal itu juga diungkapkan oleh kedua saksi lainnya, Darwis dan Anisi.

"Pokoknya pada intinya, Astuti mengakui kalau Rahman yang menggorok leher korban, saksi lainnya juga begitu karena kan mereka sama-sama di rumah," ujarnya.

Dikatakan juga bahwa, RDB membunuh adiknya karena merasa malu, karena menuduh US melakukan perzinahan dengan Ros.

Saat kejadian, kata Budiman, dari keluarga yang menyaksikan hanya Astuti yang sempat mengingatkan RDB untuk tidak membunuh Ros.

Pasalnya, keluarga yang ada saat itu takut dengan RDB karena sedikit memiliki sifat yang tempramen.

"Yang melerai tidak ada, tapi Astuti sempat mengingatkan, karena dia bilang yang dikorbankan itu hanya hewan. Memang keluarga itu takut sama Rahman karena orangnya agak tempramen, begitu sih keterangannya tidak tau kalau dari saksi lain," jelasnya.

Namun, hal itu baru keterangan dari 3 saksi. Selanjutnya akan dihadirkan dua saksi lainnya.

"Nanti dua saksi diluar keluarga, mungkin nanti disitu bisa jelas apakah semuanya sepakat untuk membunuhnya atau hanya inisiatif dari RDB," tuturnya.

Ia menambahkan, saksi dalam kasus ini sebanyak 15 orang yang akan memberikan keterangan dipersidangan.

Diketahui, telah terjadi pembunuhan sadis yang melibatkan satu keluarga di Dusun Katabung, Desa Pattaneteang, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Bantaeng, Sabtu (9/5/2020).

Korban merupakan Ros, yang dibunuh secara sadis oleh kakak kandungnya sendiri yang disaksikan oleh keluarga korban yang lain.

Laporan wartawan TribunBantaeng.com, Achmad Nasution

Sumber: Tribun Timur
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved