6 Fakta Gatot Nurmantyo sang Deklarator KAMI, Panglima TNI di Era Presiden SBY hingga Jokowi
Selain jadi deklarator, Gatot Nurmantyo juga ikut menjadi salah satu Presidium KAMI bersama Din Syamsuddin dan Rochmat Wahab.
Penulis: Nur Fajriani R | Editor: Anita Kusuma Wardana
3. Ikut latihan Kopassus
Gatot Nurmantyo
Ada kisah menarik saat Gatot Nurmantyo dilantik KSAD pada 25 Juli 2014.
Sebagai jenderal bintang empat di TNI Angkatan Darat, Gatot Nurmantyo sebenarnya berhak mendapatkan brevet kehormatan dari Kopassus.
Namun, dia menolak. Dikutip dari Tribun Kaltim, Gatot Nurmantyo hanya mau meraih baret merah Kopassus dengan usaha sendiri, yakni ikut latihan resmi.
Ya, Gatot Nurmantyo tak pernah lupa pada keinginan ibunya yang menginginkan dirinya menjadi anggota Kopassus.
Gatot memang pernah mendaftar untuk menjadi anggota Kopassus, tapi gagal.
Tak lama setelah dirinya dilantik, Gatot Nurmantyo terjun mengikuti latihan pendidikan komando bersama prajurit lainnya.
Tak ada keistimewaan. Ia minta diperlakukan sama seperti siswa lainnya.
Jalan terjal itu dilalui Gatot saat usianya sudah menginjak 55 tahun.
"Pesan ibu itu menjadi mimpi saya. Saya harus menempuh latihan ini (Kopassus)," kata Gatot Nurmantyo.
"Yang paling berat adalah ketika saya nyebrangi Cilacap ke Nusakambangan, itu malam hari. Berenang, bawa senjata, bawa ransel, pakai sepatu, pakaian lengkap."
"Setelah selesai latihan, saat itu juga masih pakaian loreng kotor saya pergi ke makam ibu saya, saya lapor bahwa saya sudah melaksanakan tugasnya," kenang Gatot.