6 Fakta Gatot Nurmantyo sang Deklarator KAMI, Panglima TNI di Era Presiden SBY hingga Jokowi
Selain jadi deklarator, Gatot Nurmantyo juga ikut menjadi salah satu Presidium KAMI bersama Din Syamsuddin dan Rochmat Wahab.
Penulis: Nur Fajriani R | Editor: Anita Kusuma Wardana
6. Dianggap jadi 'kuda hitam' di Pilpres 2024
Gatot Nurmantyo tak rela Pancasila diubah
Beberapa waktu lalu, lembaga riset Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA merilis 15 nama tokoh yang dinilai berpotensi berlaga pada Pilpres 2024.
Dari 15 nama tersebut, ada nama Gatot Nurmantyo yang dianggap menjadi "kuda hitam" atau sosok yang dapat memberikan faktor kejutan.
Namun, pendapat berbeda justru disampaikan Direktur Eksekutif Indo Barometer, M Qodari yang menilai Gatot belum cukup kuat untuk maju dalam Pilpres 2024.
Menurut Qodari, elektabilitas Gatot Nurmantyo belum cukup kuat jika dihubung-hubungkan dengan Pilpres 2024 mendatang.
Hal itu, kata dia, bisa dilihat pada Pilpres 2019 lalu. Jika memang Gatot kuat, maka sudah pasti dia dipinang oleh partai politik untuk maju pilpres.
"Belum kuat, karena kalau memang kuat nama beliau maju di Calon Presiden 2019."
"Karena partai politik itu kan sangat berkepentingan dan berkeinginan untuk menang," kata Qodari dikutip dari Kompas TV.
"Kalau ada calon populer mereka pasti akan memberikan dukungan, realitanya akhirnya tidak ada memberikan dukungan pada Pak Gatot," ujar dia.
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Sosok Gatot Nurmantyo, Eks Panglima TNI Kini jadi Deklarator KAMI, Sempat Masuk Bursa Pilpres 2019