Breaking News:

Opini

Kapolda Sulsel Irjen Pol Mas Guntur Laupe 'Jenderal Tanpa Sekat'

Tanya saya sebagai sahabat Jenderal Polisi Mas Guntur Laupe Kapolda Sulsel kepada Prof Dr Saif Karim, Guru Besar Fakultas Hukum Unhas

DOK IKM PAREPARE
Kapolda Sulsel, Irjen Pol Mas Guntur Laupe bersama pengurus Ikatan Keluarga Masyarakat (IKM) Parepare di Rujab Kapolda Sulsel, Jl Mappaouddang, Makassar, Sulsel, Rabu (19/8/2020) malam. 

Mulawarman

Penulis dan jurnalis senior 

SEBELAS bulan bisa apa?

Tanya saya sebagai sahabat Jenderal Polisi Mas Guntur Laupe Kapolda Sulsel kepada Prof Dr Saif Karim, Guru Besar Fakultas Hukum Unhas, tentang berakhirnya masa tugas jenderal kelahiran Parepare sebagai Kapolda Sulsel.

“Sebelas bulan menjabat, waktu yang lebih dari cukup, bagi seorang Mas Guntur untuk menyelesaikan semua tugas yang dipikulnya. Karena Mas Guntur jalankan tugasnya, tanpa jarak dan tanpa sekat dengan anak buah dan rakyat,” kata Prof Said Karim yang langganan Polda Sulsel menjadi Staf Ahli Kapolda Sulsel.

Tanpa jarak dan tanpa sekat dengan rakyat, kata Said Karim, menjadi prinsip kepolisian modern era kekinian.

“Kata Sir Robert Pell (The Metropolitan Police London) Inggris, tak berjarak dengan masyarakat, membuat tugas polisi semakin sangat mudah dan ini meniadi senjata utama Polisi di era modern dalam menjalankan tugasnya,” kata Prof Said mengutip pelopor polisi modern Inggris.

Ada Kaitan dengan Pidato Presiden Soekarno, Ini Makna Nama Kapolda Sulsel Irjen Pol Mas Guntur Laupe

Penilaian Prof Said Karim ini, ditulisnya dengan judul "Jenderal Tanpa Sekat" kemudian disumbangkannya sebagai salah satu tulisan yang akan mengisi buku kumpulan tulisan sahabat Jenderal Mas Guntur Laupe tentang sosok Jenderal kelahiran Parepare ini.

Buku yang direncanakan terbit di bulan November tahun ini, kata Prof Budimawan Pagalay yang menjadi editor bersama Dr Rahmat Muhammad, keduanya akademisi Unhas, sebagai bentuk penghargaan dan terimakasih sahabat Mas Guntur dari berbagai profesi dan daerah kepada Mas Guntur yang telah berhasil dan sukses menjalankan tugasnya sebagai Kapolda Sulsel, meski hanya 11 bulan.

Faktanya, kata Rahmat Muhammad sosiolog Unhas, faktanya memang demikian.

“Mas Guntur sukses sebagai Kapolda Sulsel, kita atau rakyat Suksel bisa melihatnya bagaimana Jenderal Mas Guntur menangani kasus 2 unjuk rasa besar di Sulsel dua tahun terakhir ini, unjuk rasa menyambut pelantikan Presiden RI dan Hari Buruh. Dan bagaimana Mas Guntur menangani pengambilan paksa atau pencurian jenazah pasien Covid-19 oleh keluarga di beberapa rumah sakit di Makassar,” kata Rahmat yang bersama Prof Budimawan Palagay, Andi Syamsul Alam Mallarangeng, dan Mas’ud Muhammadiyah menjadi inisiator penerbitan buku ini.

“Buku ini, manjadi cenderamata rakyat Parepare, buat Pak Jenderal karena mayoritas penyumbang tulisan adalah akademisi dan tokoh asal Parepare,” kata Syaifuddin Makka tokoh IKM Parepare Rabu malam kemarin di Rujab Kapolda seusai bersama pengurus IKM Parepare bersilaturahmi dengan Kapolda Sulsel Irjen Mas Guntur Laupe.(*)

Editor: Edi Sumardi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved