Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Ustaz Zeed Abdullah Basalamah Meninggal

Begini Sosok Almarhum Ustaz Zeed Abdullah Basalamah, Ayah Ustaz Khalid Basalamah

Ayahanda tercinta Ustaz Zeed Abdullah Basalamah meninggal dunia di Makassar, Jumat (7/8/2020) malam.

Tayang:
Penulis: Muslimin Emba | Editor: Hasriyani Latif
TRIBUN-TIMUR.COM
Almarhum ustad Zeed Abdullah Basalamah dan anaknya ustad Khalid Basalamah. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Ustaz Khalid Basalamah dan keluarga besarnya berduka.

Ayahanda tercinta Ustaz Zeed Abdullah Basalamah meninggal dunia di Makassar, Jumat (7/8/2020) malam.

Almarhum menghadap ilahi di usia lansia (80-an tahun) setelah terpapar Covid-19.

Pemakaman almarhum pun dilangsungkan sesuai protokol kesehatan di pekuburan Covid-19 Macanda, Kabupaten Gowa.

Di mata keluarga, Ustaz Zeed Abdullah Basalamah adalah sosok guru dan ustaz.

Dirangkum tribun-timur.com di rumah duka, berikut keseharian almarhum di mata keluarga dan kerabat dekat.

Almarhum dikenal sebagai tokoh agama yang low profile.

Dikenal juga sebagai salah satu ulama kharismatik.

Berikut rangkumannya:

1. Ulama yang Tersembunyi

Ulama adalah tokoh yang menaungi dan menjadi teladan bagi pengikutnya.

Almarhum dikenal sosok yang kharismatik.

Keilmuan dan dedikasinya untuk umat dikenal luas oleh umat dan masyarakat yang dilayani.

"Bagi kami ponakan-ponakannya, karena memang dia (Zeed Abdullah Basalamah) tertua yah, beliau sebagai guru dan ustaz yang membimbing ponakan-ponakannya, tidak hanya anak-anaknya, bahkan juga ummat," kata ponakan almarhum Zeed Abdullah Basalamah, Muh Syafii Basalamah kepada tribun-timur.com, Sabtu (8/8/2020) siang.

Almarhum memilih jalan 'tersembunyi' untuk mendidik umat.

Pilihannya tidak masyhur tapi manfaat dan teladannya menjadi pelita bagi umat, masyarakat sekitar dan keluarga

2. Dedikasi Keummatan

Semasa hidup Ustaz Zeed Abdullah Basalamah diisi dengan kegiatan-kegiatan sosial atau keummatan.

Terbukti dengan adanya pendirian Pondok Pesantren Addaraen dan masjid yang berlokasi tepat di samping rumahnya, Jl Sultan Alauddin, Makassar.

Khusus pembangunan masjid tepat di samping rumah almarhum, kata Muh Syafii, itu didasari atas kebutuhan warga sekitar.

Pasalnya, masjid di kawasan terminal Mallengkeri dan kantor Polsek Rappocini Makassar itu terbilang cukup jauh.

Ustaz Zeed Abdullah Basalamah pun berinsiatif untuk membangun masjid dan walhasil terealisasi sekitar 2016-2017 lalu.

Masjid itu pun digunakan oleh santri dan masyarakat sekitar untuk beribadah.

"Memang beliau menginginkan membangun masjid, karena di sekitar situ (rumah almarhum) tidak ada masjid. Tiap mau Salat Jumat salatnya di kantor dinas, ditambah beliau banyak sopir-sopir di sekitaran situ," Syafii.

Muh Syafii sendiri bertemu terakhir kali dengan Zeed Abdullah Basalamah beberapa bulan lalu.

3. Usia 80 Tahun

Saat itu, kata dia, almarhum Ustaz Zeed Abdullah Basalamah hanya sakit-sakit biasa. Ia menyebutnya sakit orang tua dikarenakan almarhum telah menginjak usia 80-an tahun.

Salah satu putranya yang masyhur adalah Ustadz Khalid Basalamah.

Ustadz Khalid dikenal sebagai dai kondang di Tanah Air.

4. Dimakamkan Sesuai Protokol Covid-19

Sebelum dimakamkan sesuai protokol penanganan jenazah Covid-19, Ustaz Zeed Abdullah Basalamah disalati di RS Wahidin Sudirohusodo Makassar.

Bertindak sebagai imam salat jenazah, Ustad Khalid Basalamah, sang putra tercinta

Seusai disalati, jenazah Ustad Zeed Abdullah pun dibawa ke pemakaman Covid-19 Macanda, Kabupate Gowa.

Karena situasi Pandemi Covid-19, pihak keluarga kata Syafii, sepakat untuk tidak menggelar takziah.(*)

Laporan Wartawan tribun-timur.com, Muslimin Emba

5. Ucapan Duka Mengalir

Karangan bunga duka cita berjejer di halaman kediaman almarhum Syech H Zeed bin Abdullah Basalamah ayah dari Ustaz Khalid Basalamah, di Jl Sultan Alauddin, Makassar.

 Karangan bunga duka cita berjejer di halaman kediaman almarhum Syech H Zeed bin Abdullah Basalamah ayah dari Ustaz Khalid Basalamah, di Jl Sultan Alauddin, Makassar.

Pantauan reporter tribun-timur.com di lokasi Sabtu (8/8/2020) siang, terdapat belasan karangan duka yang terpajang.

Seperti karangan duka dari Wakil Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman, Rektor UMI Prof Dr H Basri Modding, Ketua Pembina YW UMI Prof Dr H Mansyur Ramly

CEO PSM Makassar Munafri Arifuddin, BRI Syariah Cabang Makassar, keluarga Basalamah di Jakarta dan beberapa lainnya.

Hanya saja, saat awak tribun hendak menemui pihak keluarga, kediaman almarhum tampak sepi.

H Zeed Abdullah Basalamah, meninggal dunia diduga karena Covid-19 Jumat malam.

Melalui rekaman video Ustaz Khalid Basalamah, pemakaman pun berlangsung sesuai dengan protokol kesehatan.

Sebelum dimakamkan di pekuburan Covid-19 Macanda, Gowa, jenazah disalati di RS Wahidin Sudiro Husodo Makassar.

Prosesi salat jenazah diimami langsung oleh Ustad Khalid Basalamah

6. Turunan Keluarga Ulama Besar

Salah seorang sahabat teman seperjuangan Almarhum Prof Hasyim Aidid menyampaikan duka mendalam di sejumlah grup WhatsApp.

Sejak turun-temurun, almarhum dikenal berasal dari keluarga terpandang dengan garis turunan ulama yang kharismatik.

"Turut berduka atas wafat SAHABAT saya H. Seed bin KH. ABDULLAH BASALAMAH  sejak akhir 60/ 1970an).

Pemilik Pesantren ADDARAIN.

Seorang yg shaleh & mujahid.

‎انا لله وانا اليه راجعون
‎اللهم اغفر له وارحمه وعافه واعف عنه وأكرم نزله ووسع مدخله واغسله بالماء والثلج والبرد ونقه من الخطايا كما ينقى الثوب الأبيض من الدنوقه فتنة القبر وعذاب النار وأدخله الجنة مع الأبرار
‎اللهم لا تحرمنا أجره ولا تفتنا بعده واغفر لنا وله. أمين .

Lahu Al-Fatihah. Aamiin.

Salam hormat pd seluruh Keluarga.

Sabar, Tawakkal, Ikhlas.

LILLAHI SWT.

Hasyim Aidid.
Makassar, 8/8/2020." tulis Hasyim Aidid.

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved